Dinas: Tujuh Pohon Pelindung Keropos Segera Ditebang

id pohon keropos
"Pohon kenari ini memang khas pohon di Jalan Langko yang umurnya rata-rata di atas 100 tahun, tetapi kita terpaksa menebang karena kondisi batangnya sudah keropos"
Mataram,  (Antara NTB)- Dinas Pertamanan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, dalam waktu dekat segera menebang tujuh pohon pelindung jenis kenari di Jalan Langko karena sudah keropos.

"Pohon kenari ini memang khas pohon di Jalan Langko yang umurnya rata-rata di atas 100 tahun, tetapi kita terpaksa menebang karena kondisi batangnya sudah keropos," kata Kepala Dinas Pertamanan Kota Mataram HM Kemal Islam di Mataram, Senin.

Menurut dia, rencana penebangan tujuh pohon kenari itu diputuskan setelah adanya penelitian yang dilakukan oleh tim yang menyatakan kondisi batang tujuh kenari tersebut sudah keropos, kendati bentuk fisiknya masih terlihat bagus.

Penebangan tujuh pohon kenari itu sebagai upaya antisipasi bencana pohon tumbang, apalagi pada puncak musim hujan dan angin saat ini.

"Kami tetap melakukan upaya untuk mempertahankan keberadaan pohon pelindung, tetapi jika kondisinya sudah lapuk terpaksa kita potong daripada menimbulkan bencana yang lebih besar," ujarnya.

Kemal mengatakan, fasilitas yang dimiliki untuk melakukan perampingan pohon ini sangat terbatas, selain anggaran yang minim yakni sekitar Rp100 juta, peralatan dan sumber daya manusianya juga terbatas.

"Oleh karena itu, tidak jarang kami sering menawarkan kepada para pengusaha untuk melakukan perampingan, namun sejauh ini belum ada yang berani," katanya.

Sebelumnya dalam rapat sosialisasi program bidang pekerjaan umum (PU) di Kota Mataram dari Dinas PU Provinsi NTB dan BJN, Kepala Dinas PU Provinsi Nusa Tenggara Barat H Dwi Sugiyanto meminta pemerintah kota melalui Dinas Pertamanan dan Badan Lingkungan Hidup untuk melakukan kajian terhadap kelayakan terhadap ratusan pohon kenari di Jalan Langko hingga Jalan Selaparang.

Hal itu dimaksudkan selain untuk keselamatan dan antisipasi bencana, juga agar pemerintah kota bisa segera melakukan persiapan dengan mulai menanam pohon pengganti.

"Jika pohon sudah terlalu besar dan tinggi, akarnya juga bisa naik ke permukaan dan merusak trotoar jalan," katanya. (*)

Editor: Nirkomala

COPYRIGHT © ANTARA 2015

Baca Juga