Kamis, 29 Juni 2017

NTB Targetkan Produksi Udang Vaname 55.373 Ton

id UDANG VADAME
Pada tahun 2016 target kita sebanyak 51.164 ton, namun terealisasi sebanyak 115.389 ton atau meningkat dari realisasi tahun sebelumnya sebanyak 89.884 ton
Mataram (Antara NTB) - Dinas Kelautan dan Perikanan Nusa Tenggara Barat menargetkan produksi udang vaname mencapai 55.373 ton pada 2017 atau meningkat 11,75 persen dibanding target tahun sebelumnya.

"Pada tahun 2016 target kita sebanyak 51.164 ton, namun terealisasi sebanyak 115.389 ton atau meningkat dari realisasi tahun sebelumnya sebanyak 89.884 ton," kata Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Nusa Tenggara Barat (NTB) H Lalu Hamdi, di Mataram, Senin.

Ia mengatakan, upaya untuk mencapai target tersebut dilakukan dengan cara mengoptimalkan areal tambak yang belum termanfaatkan dengan baik.

Potensi tambak di NTB mencapai 30.000 hektare, namun baru 50 persen yang sudah termanfaatkan. Seluruhnya tersebar di Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur.

Ada juga di Kabupaten Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, dan Kabupaten Bima, di Pulau Sumbawa.

Upaya lainnya, lanjut Hamdi, adalah dengan cara menekan angka kematian udang vaname akibat terserang penyakit "Myonecrosis" atau yang lebih dikenal dengan penyakit "myo". Selain itu, penyakit "White Feces Syndrome" (WFS) atau kotoran putih yang juga mengakibatkan udang mengalami kematian.

"Kami dorong pembudidaya untuk rajin merawat areal tambak dengan cara dikeringkan, lalu ditaburi kapur atau dolomit dan obat probiotik," ujarnya.

Kepala Bidang Perikanan Budidaya, DKP NTB Sasi Rustandi, menyebutkan NTB merupakan provinsi nomor tiga yang memberikan kontribusi terhadap ekspor udang vaname, setelah Lampung dan Sulawesi Selatan.

Menurut dia, udang vaname NTB diminati konsumen di negara tujuan ekspor karena bebas dari penyakit "Early Mortality Syndrome" (EMS), yang merupakan jenis penyakit baru yang menyerang pada budi daya udang baik udang vaname maupun udang windu.

Harga komoditas tersebut juga relatif mahal, yakni mencapai Rp75 ribu di tingkat pembudidaya, sehingga memotivasi para pembudidaya untuk berwirausaha.

"Makanya, kami juga berupaya mengalihkan para penangkap benih lobster untuk beralih menjadi pembudidaya udang vaname," katanya. (*)

Editor: Nur Imansyah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga