Jumat, 18 Agustus 2017

Legislatif: Lima Hari Sekolah Berkah Bagi Sekolah Swasta

id LIMA HARI SEKOLAH
Saya mendukung langkah pemerintah melalui Kementrian Pendidikan untuk melakukan lima hari belajar, dengan syarat kelas sore dihapus di sekolah negeri
Mataram (Antara NTB) - Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy untuk memperlakukan lima hari sekolah mendapat dukungan anggota legislatif Nusa Tenggara Barat karena dinilai akan memberikan BERKAH dan keuntungan bagi sekolah swasta.
"Saya mendukung langkah pemerintah melalui Kementrian Pendidikan untuk melakukan lima hari belajar, dengan syarat kelas sore dihapus di sekolah negeri," kata anggota DPRD NTB TGH Hazmi Hamzar di Mataram, Rabu.
Ia menilai, selama ini dengan kebijakan sebelumnya, bahwa sekolah negeri membolehkan kelas sore, sangat merugikan sekolah swasta. Namun bila ini di hapus justru akan memberikan berkah bagi sekolah-sekolah swasta.
"Jadi dengan adanya lima hari belajar ini memberikan angin segar bagi swasta. Karena kita mendukung," tegas pimpinan Yayasan Maroqittaklimat Mamben, Kabupaten Lombok Timur ini.
Menurut dia, jika di lihat kebelakang selama ini, sekolah negeri lah yang melanggar aturan dengan tetap menggelar kelas sore.
"Kalau ini bukti keserakahan sekolah negeri. Ini sekolah negeri yang melanggar aturan. Stop sekolah negeri menerima sip sore," katanya.
Ia menambahkan, kalau lima hari sekolah diterapkan, tentu memberikan angin segar bagi swasta. Pasalnya, sekolah swasta bisa kembali kompetitif dengan sekolah negeri.
"Sekolah negeri secukupnya menerima sesuai ketersediaan kelas. Yang swasta juga mempersiapkan diri," ujarnya.
Sementara itu, rencana mengeluarkan jadwal pelajaran agama di kurikulum tetapi memasukkan dalam kegiatan ekstrakurikuler, disebut Hazmi sangat bagus.
"Kalau saya bukan masalah lima hari belajar, tetapi selama ini banyak gedung-gedung yang kosong akibat kebijakan jam sore," katanya. (*)

Editor: Nur Imansyah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga