Minggu, 24 September 2017

10 Rombel di Mataram Belum Punya Meja-Kursi

id Sekolah di Mataram
"10 rombongan belajar (rombel) tersebut saat ini melakukan proses belajar mengajar dengan duduk bersila di lantai"
Mataram (Antara NTB)- Kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram H Sudenom menyebutkan, hingga saat ini sekitar 10 rombongan belajar siswa baru tingkat SMP di kota ini belum memiliki fasilitas meja dan kursi.

"10 rombongan belajar (rombel) tersebut saat ini melakukan proses belajar mengajar dengan duduk bersila di lantai," ujarnya kepada wartawan di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Senin.

Ia mengatakan, 10 rombel yang saat ini belum memiliki fasilitas meja dan kursi, yakni lima rombel di SMPN 1 Mataram, sisanya ada di SMPN 2 Mataram dan beberapa SMPN lainnya, serta ada juga di tingkat SD.

Menurutnya, sebanyak 10 rombel yang belum memiliki fasilitas meja-kursi tersebut terjadi karena banyaknya siswa baru yang masuk ke sekolah tersebut, seperti di SMPN 1 Mataram menerima siswa baru sebanyak 11 rombel dengan jumlah siswa per rombel 32 orang.

"Ini terjadi karena orang tua banyak ingin anak mereka masuk ke sekolah tersebut. Jadi kalau sekarang anak-anak belajar lesehan kami harap orang tua bersabar," katanya.

Sudenom mengatakan, terkait dengan kekurangan fasilitas meja dan kursi tersebut, pihaknya telah mengusulkan anggaran melalui APBD tambahan 2017.

Di samping itu, pihaknya juga menunggu dana aspirasi dari para anggota dewan yang biasanya banyak memberikan untuk mendukung pengadaan fasilitas belajar mengajar.

"Selain karena kebanyakan siswa, kekurangan meja kursi juga disebabkan karena kursi dan meja sudah ada banyak yang rusak," katanya.

Namun demikian, lanjutnya, karena adanya aturan tidak boleh adanya pungutan, maka para orang tua yang ingin melihat anaknya menggunakan meja kursi diperbolehkan membawa meja kursi sendiri dengan catatan harus seragam.

Apabila pihak orang tua setuju, barulah Komite Sekolah mengakomodasi untuk mefasilitasi pengadaan meja kursi bagi siswa baru yang belum mendapat meja kursi.

"Itu perlu dilakukan, sebab kalau menunggu proses APBD perubahan akan lama, tapi untuk sekolah yang siap menunggu APBD perubahan silakan menunggu," kata Sudenom. (*)

Editor: Awaludin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga