Rabu, 16 Agustus 2017

Polres Mataram Tangani Kasus Penganiayaan Berujung Pembunuhan

id Polres Mataram
"Sementara ini dugaannya mengarah pada penganiayaan, tapi masih kita kembangkan lagi untuk mengungkap pelaku dan motifnya"
Mataram (Antara NTB) - Kepolisian Resor Mataram, menangani kasus dugaan penganiayaan yang berujung pada pembunuhan seorang pria yang tercatat masih sebagai tenaga honorer di Badan Lingkungan Hidup Kota Mataram.

"Sementara ini dugaannya mengarah pada penganiayaan, tapi masih kita kembangkan lagi untuk mengungkap pelaku dan motifnya," kata Kasat Reskrim Polres Mataram AKP Kiki Firmansyah di Mataram, Kamis.

Kasusnya terungkap pada Rabu (9/8) Siang, setelah petugas kepolisian menerima laporan dari pemilik kos yang berlokasi di wilayah Bertais, Kota Mataram.

Dalam keterangan si pemilik kos, Sahudin, korban bernama Yahdi Rusdi (44), ditemukan sudah tidak bernyawa lagi. Keberadaannya diketahui istri Sahudin, Hartati (51), dari bau busuk yang berasal dari dalam kamar kos korban.

Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas kepolisian langsung mendatangi lokasi dan melihat jenazah pria asal Kelayu, Kabupaten Lombok Timur, sudah terbaring kaku di kasur dengan wajahnya tertutup bantal.

Karena itu, petugas kepolisian langsung memindahkan jenazahnya ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Lebih lanjut, pihak RS Bhayangkara Mataram telah melakukan autopsi terhadap jenazah Yahdi. Autopsinya dikatakan sudah selesai dan pada Rabu (9/8) Malam jenazahnya telah dibawa pulang oleh pihak keluarga ke Lombok Timur.

"Autopsinya sudah, hanya saja kita belum terima laporannya secara resmi," ujar mantan Kapolsek Senggigi itu.

Terkait dengan upaya pengungkapan pelaku dan motifnya, Kiki mengatakan bahwa pihaknya telah mengantongi keterangan para saksi, termasuk pemilik dan para penghuni kos.

"Dari keterangan beberapa saksi, ada yang menyebutkan ciri-ciri orang yang kerap dilihat bersama korban, nantinya kita akan dalami lagi di lapangan," ucapnya. (*)

Editor: Awaludin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga