Minggu, 24 September 2017

Gubernur NTB: Hentikan Penindasan Muslim Rohingya

id Solidaritas Muslim Rohingnua.
Kita satu suara, hentikan penindasan terhadap saudara-saudara kita (Rohingya, red) di Myanmar. Berikan har-hak hidup mereka
Mataram, (Antara) - Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Muhammad Zainul Majdi menyerukan segera dihentikan penindasan dan kebiadaban yang dilakukan terhadap muslim Rohingya di Myanmar.

"Kita satu suara, hentikan penindasan terhadap saudara-saudara kita (Rohingya, red) di Myanmar. Berikan har-hak hidup mereka," kata gubernur dalam orasinya saat menerima aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah organisasi masyarakat, pemuda, dan mahasiswa yang mengatasnamakan diri Aliansi Kemanusiaan Peduli Rohingya, di depan Kantor Gubernur NTB di Mataram, Senin.

Gubernur menuturkan, segala macam yang berlawanan dengan nilai-nilai kemanusiaan harus dilawan, seperti yang menimpa muslim Rohingya di Myanmar.

"Saya di sini bersama rekan-rekan, ini melambangkan sisi lahiriyah, tidak hanya terkait umat Islam tetapi juga sisi kebangsaan. Sama ketika kita bicara Palestina, itu juga soal kemanusiaan," ujarnya.

Ia sangat mengapresiasi apa yang dilakukan sejumlah elemen masyarakat, pemuda, mahasiswa baik Islam maupun nonmuslim terhadap aksi tersebut.

"Saya ingin sampaikan kepada kita semua. Satu suara kita menunjukkan. Kita semua tahu persis. Yang kita lawan ini adalah kegilaan atas nama apapun. Kehilangan akal sehat," jelas Tuan Guru Bajang (TGB) sapaan akrab Gubernur NTB.

Menurut gubernur, sebagai bangsa Indonesia dan umat beragama dirinya yakin semua agama manapun tidak ada yang membenarkan atau membolehkan penindasan sebagaimana yang terjadi di Myanmar terhadap muslim Rohingya.
"Saya yakin itu. Dalam Islam dan agama-agama lain bahkan juga Buddha, saya yakin tidak ada yang membolehkan seperti itu," tegasnya.
TGB mengajak semua masyarakat dan anak-anak muda NTB menjaga rasionalitas, menjaga akal sehat.
"Tidak boleh ada yang memiliki pikiran bahwa masalah ini berakar dari ajaran agama. Tidak. Tapi ini adalah pelanggaran terhadap nilai-nilai kemanusiaan karena hilangnya akal sehat," ucapnya.
Karena itu, tambah gubernur, dirinya meminta seluruh masyarakat, pemuda bahkan forum lintas agama untuk menyuarakan menentang penindasan di Myanmar.
"Kita harus suarakan karena berlawanan dengan fundamental dari yang kita yakini, nilai kebangsaan dan nilai agama yang kita yakini bersama," kata gubernur. (*)

Editor: Nur Imansyah

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga