Minggu, 24 September 2017

SMRC: Fauzan Berpeluang Memenangi Pilkada Lombok Barat

id Lobar Bupati
SMRC: Fauzan Berpeluang Memenangi Pilkada Lombok Barat
Bupati Lombok Barat H Fauzan Khalid. (foto ANTARA NTB/ist)
"Dari hasil survei, belum ada penantang yang kompetitif bagi petahana"
Mataram (Antara NTB) - Petahana Bupati Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Fauzan Khalid paling berpeluang memenangi pemilihan kepala daerah di kabupaten itu dibandingkan calon lain berdasarkan hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting.

"Seandainya pilkada dilakukan hari ini, Fauzan Khalid paling berpeluang memenangkan pertarungan. Dari hasil survei, belum ada penantang yang kompetitif bagi petahana," kata Direktur Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Djayadi Hanan, kepada wartawan di Mataram.

SMRC melakukan survei sikap dan perilaku calon pemilih Kabupaten Lombok Barat untuk mengetahui nama-nama tokoh Kabupaten Lombok Barat yang punya peluang paling kuat untuk menang dalam Pilkada 2018, setidaknya kalau diadakan sekarang.

Hanan menyebutkan populasi survei adalah seluruh warga negara Indonesia di Kabupaten Lombok Barat, yang punya hak pilih dalam pemilihan umum, yakni mereka yang sudah berumur 17 tahun atau lebih, atau sudah menikah ketika survei dilakukan.

Dalam survei tersebut jumlah sampel sebanyak 610 orang. Sampel dipilih dengan metode "multistage random sampling" dengan jumlah proporsional. Toleransi kesalahan (margin of error) survei diperkirakan kurang lebih 4 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Responden terpilih diwawancarai lewat tatap muka oleh pewawancara yang telah dilatih.

Kualitas kontrol terhadap hasil wawancara dilakukan secara random sebesar 20 persen dari total sampel oleh supervisor dengan kembali mendatangi responden terpilih (spot check). Dalam kualitas kontrol tidak ditemukan kesalahan berarti.

"Pengambilan sampel di lakukan di 10 kecamatan yang terbagi dalam lima daerah pemilihan. Sampel terdiri dari laki-laki dan perempuaan yang tersebar di perkotaan dan perdesaan serta berbagai agama," ujarnya.

Dari belasan calon bupati yang dijaring dengan metode simulasi semi terbuka, kata dia, Fauzan Khalid sebagai bupati petahana paling berpeluang memenangkan pilkada dengan suara 33,9 persen. Unggul jauh dibandingkan dua calon lain di petahana dengan suara di atas 4 persen.

Kemudian nama-nama calon dikerucutkan menjadi 10 orang, Fauzan Khalid juga tetap unggul dengan persentase suara 38,5 persen. Masih unggul jauh dengan dua calon lainnya dengan suara terbanyak, yakni Naufar Farinduan dengan 5,4 persen suara, dan TGH Hasanain Juaini 5,2 persen suara.

Hanan menambahkan pengerucutan tiga nama calon juga tidak mengubah peta dukungan suara ke Fauzan Khalid. Justru perolehan suara bertambah menjadi 44,9 persen. Masih unggul jauh dibandingkan dua calon lain yang akan ikut dalam pilkada, yakni Nauvar Farinduan 6,6 persen suara, dan Izzul Islam 6,2 persen.

Sementara jumlah pemilih yang belum menentukan pilihan ketika dilakukan survei pada Januari-Agustus 2017 sebanyak 42,1 persen dari total sampel.

"Tapi kemungkinan para pemilih yang belum menentukan pilihan akan memilih calonnya pada hari pelaksanaan pilkada atau ketika sudah berada di bilik suara," ucapnya pula.

Menurut Hanan, peta dukungan suara para pemilih bisa berubah karena dipengaruhi pergerakan para calon bupati yang akan ikut Pilkada Bupati/Wakil Bupati Lombok Barat 2018.

Pilkada serentak pada 2018 akan digelar di 171 daerah. Khusus di NTB, akan digelar pilkada calon Gubernur NTB secara serentak atau bersamaan dengan pilkada calon Bupati Lombok Barat, Lombok Timur, dan Kota Bima. (*)

Editor: Awaludin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga