Minggu, 24 September 2017

PLN NTB Lakukan Pemadaman Delapan Jam Sehari

id PLN NTB
PLN NTB Lakukan Pemadaman Delapan Jam Sehari
ilustrasi - Petugas melakukan pemeliharaan jaringan listrik. (Foto ANTARA)
"Kalau pemeliharaan disertai perbaikan dan penggantian alat dilakukan pada malam hari tentu berisiko bagi keselamatan kerja"
Mataram (Antara NTB) - Perseroan Terbatas Perusahaan Listrik Negara Wilayah Nusa Tenggara Barat melakukan pemadaman listrik secara bergilir selama delapan jam sehari dalam rangka pemeliharaan jaringan.

"Pemadaman dilakukan di lima kabupaten/kota di Pulau Lombok, yang masuk dalam area kerja PLN Mataram," kata Deputi Manajer Hukum dan Hubungan Masyarakat PLN Wilayah NTB Fitriah Adriana, di Mataram, Rabu.

Ia mengatakan pemadaman listrik bergilir paling sering dilakukan di area yang terpasang jaringan kabel atau penyulang dengan ukuran yang relatif panjang.

Selain faktor ukuran, lanjut Fitriah, penyulang yang panjang juga ada yang sensitif terhadap gangguan pepohonan dan berusia relatif lama, sehingga perlu pemeliharaan rutin.

"Penyulang yang ukurannya panjang lebih sering dipadamkan. Bisa dua kali dalam sehari. Misalnya di Jalan Udayana Kota Mataram," ujarnya.

Menurut dia, pemadaman bergilir selama delapan jam dilakukan pada siang hari, mulai pukul 09.00 hingga 16.00 Wita. Namun jika proses pemeliharaan jaringan membutuhkan upaya perbaikan, maka pemadaman bisa lebih lama lagi.

Pihaknya melakukan pemadaman pada siang hari sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) PLN dalam rangka menjaga keselamatan pekerja. Pasalnya, pekerjaan pemeliharaan bersamaan dengan penggantian alat membutuhkan pencahayaan yang lebih.

"Kalau pemeliharaan disertai perbaikan dan penggantian alat dilakukan pada malam hari tentu berisiko bagi keselamatan kerja. Kami utamakan keselamatan kondisi dan keselamatan manusia," ucapnya pula.

Fitriah juga mengakui bahwa pemadaman bergilir yang dilakukan pada siang hari hingga delapan jam berpengaruh terhadap kondisi usaha masyarakat. Namun upaya pemberitahuan sudah dilakukan melalui media cetak dan elektronik agar kegiatan pemeliharaan jaringan bisa dimaklumi.

PLN Wilayah NTB juga menyurati para pengelola hotel untuk menyalakan mesin pembangkit listrik atau genset ketika mendapatkan jadwal pemadaman listrik, sehingga tidak mengganggu operasional dan pelayanan kepada para tamunya.

"Manajemen hotel, terutama di Senggigi memaklumi. Bahkan, mereka membantu kami dengan menyalakan genset, ketika daya mampu listrik di NTB, belum berlebih seperti sekarang ini," katanya.

Sementara itu, Sahabuddin, seorang pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Mataram, mengeluhkan adanya pemadaman listrik hingga delapan jam pada siang hari. Pasalnya, usaha pembuatan es batu dan menjual jus terganggu.

Dalam satu bulan, kata dia, pemadaman bisa terjadi tiga kali, sehingga pendapatan dari membuat es batu dan menjual jus hilang selama tiga hari.

"Saya tidak bisa berjualan es karena listrik padam dari pagi sampai sore. Untuk membuat es batu kan kulkas harus hidup. Begitu juga membuat jus, blendernya pakai listrik," tuturnya. (*)

Editor: Awaludin

COPYRIGHT © ANTARA 2017

Baca Juga