Jaksa bidik dugaan korupsi proyek panggung peresean Rp640 juta di Lombok Utara
Warga bertarung dengan menggunakan rotan penjalin dan tameng yang terbuat dari kulit kerbau dalam tradisi Peresean di Kampung Adat Sasak Sade, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (21/1/2020). Peresean yang merupakan seni tari masyarakat suku Sasak saat ini jadi daya tarik unggulan yang dapat menarik wisatawan baik lokal maupun asing untuk berkunjung ke Kampung Adat Sade. ANTARA FOTO/M N Kanwa/hp.
Kepala Kejari Mataram Yusuf di Mataram, Senin, mengatakan bahwa pihaknya telah menemukan indikasi penyimpangan dalam anggarannya yang mengakibatkan panggung itu rusak dan tidak dapat difungsikan sebagai ajang pertunjukan seni pertarungan tradisional suku Sasak.
"Jadi unsur perbuatan melawan hukumnya sudah ada, itu menurut kami," kata Yusuf.
Unsur perbuatan melawan hukum, ditemukan berdasarkan hasil klarifikasi para pihak yang terlibat dan mengetahui proyek yang menelan Dana Desa/Anggaran Dana Desa tahun 2019 dari Desa Sesait itu.
Selain dari hasil klarifikasi, penyidik juga belum menemukan dokumen pertanggunjawaban dari pengerjaan proyeknya. Hal itu pun yang kemudian menghambat proses perbaikan panggung yang dibangun di atas sungai mati dengan struktur tanahnya labil.
"Sekarang tinggal hasil auditnya. Apakah ada indikasi kerugian negaranya. Nanti auditnya bisa berdasarkan temuan inspektorat atau audit ke BPKP," ujarnya.
Lebih lanjut, Yusuf menerangkan bahwa kasus ini masih bergulir di tahap penyelidikan. Karena itu, Yusuf menegaskan bahwa pihaknya masih berupaya mengumpulkan bukti perbuatan melawan hukumnya.
Pada tahun 2019, Desa Sesait mengelola DD Rp2,45 miliar dengan ADD Rp1,433 miliar, ditambah dana Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah (BHPRD) sebesar Rp235,15 juta.
Dalam penyampaian LKPJ tahun 2019, BPD Sesait mempertanyakan proyek fisik desa yang diduga bermasalah. Selain panggung peresean, rehabilitasi kantor desa senilai Rp185,08 juta yang hanya terealisasi tiang pilarnya, juga dipertanyakan.
Kemudian proyek fisik lain yang kurang jelas dalam laporannya, pembuatan jalan pemukiman Rp18,28 juta, pengerasan jalan lingkungan Rp102,75 juta, peningkatan jalan desa Rp297,13 juta.
Ada juga terkait program Festival HUT Desa Sesait yang menelan anggaran Rp103,73 juta. Kemudian dana rehabilitasi rumah adat pascagempa Rp642,9 juta, pembinaan lembaga adat Rp17,34 juta, peningkatan produksi tanaman pangan Rp339,3 juta, serta peningkatan produksi peternakan Rp37,96 juta.
Pewarta : Dhimas Budi Pratama
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Genesia UMY tampilkan Peresean di pesta rakyat di kaki Gunung Rinjani
09 September 2023 23:25 WIB, 2023
Pemkab Lombok Tengah menggelar Parade Pepadu Liga Peresean rayakan HUT RI
18 August 2023 17:32 WIB, 2023
Sekda Lombok Tengah: Ajang "peresean" meningkatkan ekonomi pelaku UMKM
02 August 2023 15:27 WIB, 2023
Terpopuler - Hukum
Lihat Juga
Inspektorat Situbondo Jatim menyerahkan dokumen dana desa ke kejaksaan
05 January 2024 5:20 WIB, 2024
Pengamat menyesalkan TNI AD tak koordinasi ke polisi terkait relawan Ganjar
05 January 2024 5:17 WIB, 2024
Polres Sukabumi Jabar menangkap pemuda penganiaya perempuan di bawah umur
05 January 2024 5:08 WIB, 2024
Kemen PPPA koordinasi mengkawal penanganan kekerasan seksual guru ngaji
03 January 2024 20:30 WIB, 2024
Polda NTB sebut pemberantasan aksi TPPO masih jadi atensi tahun 2024
03 January 2024 20:06 WIB, 2024
Polda NTB ungkap kepastian hukum kasus penipuan investasi WN Prancis
03 January 2024 18:06 WIB, 2024