Mataram (ANTARA) - Cuaca ekstrem tak hanya terjadi di Pulau Lombok, namun juga di Pulau Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dan menyebabkan sebanyak 28 tiang PLN roboh serta 149 gardu distribusi rusak akibat hujan angin yang melanda beberapa daerah sejak Minggu (21/2).

Lokasi tiang yang patah tersebar di beberapa lokasi dan mengakibatkan pemadaman listrik di Sumbawa, yaitu di BTN Belisung, Dusun Baru Beler, Dusun Batu Belisung, Dusun Lamurung dan Dusun Punik. 

Selain itu gangguan pasokan listrik juga terjadi di Desa Kertasari, Desa Sempe, Desa Ledang, desa yang masuk dalam Kecamatan Jereweh, Maluk dan Sekongkang, Lenangguar, Orong Telu, Ropang, Alas, dan Alas Barat.

"Kami mohon maaf bagi pelanggan yang padam. Perkiraan kami, total sebanyak 25 ribu pelanggan padam akibat cuaca kali ini," kata Manager PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sumbawa Irwanto Wahyu Kusumo.

Puluhan personel diturunkan untuk mengatasi gangguan yang terjadi. Tim teknik PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Samawa Rea menerjunkan 25 orang, ULP Empang sebanyak 12 orang, ULP Taliwang sebanyak 20 orang dan juga tenaga tambahan dari PLN UP3 Sumbawa, dibantu dengan alat berat dan juga masyarakat setempat.

"Hingga saat ini, kami berhasil memperbaiki 139 gardu. Masih tersisa 10 gardu lagi, kurang lebih 6750 pelanggan yang masih padam. Di lokasi saat ini kondisi masih hujan. Mohon doa dari masyarakat agar perbaikan dapat berjalan aman dan lancar," jelas Irwanto.

Untuk mengurangi potensi terjadinya gangguan jaringan listrik di Sumbawa,  Irwanto mengimbau masyarakat untuk melaporkan hal tersebut ke PLN.

Masyarakat bisa menyampaikan pengaduan terkait dengan gangguan ataupun jika mengetahui informasi lain terkait ketenagalistrikan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center 123. 

Hingga berita ini diturunkan, tim teknik PLN UP3 Sumbawa masih berjibaku di lapangan untuk melakukan perbaikan. Untuk wilayah yang saat ini belum normal adalah di wilayah Kecamatan Jereweh, Maluk dan Sekongkang, sedangkan di wilayah yang lain, suplai listrik telah kembali normal.

"Untuk seluruh masyarakat, tetap waspada dan hati hati. Kami juga mohon doa agar proses perbaikan dapat berjalan aman dan lancar," kata Irwanto.

Pewarta : Awaludin
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024