Tenda tradisi Madak warnai Pantai Kuta KEK Mandalika
Jumat, 8 Oktober 2021 18:54 WIB
Puluhan warga mendirikan tenda di sepanjang posisir Pantai Kuta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) untuk melaksanakan tradisi Madak atau Madek Mare (Mencari Ikan di Laut).
Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Tenda tradisi Madak atau Madek Mare (Mencari Ikan di Laut) mewarnai sepanjang posisir Pantai Kuta Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng).
Salah satu wisatawan Lokal warga NTB, Samsul mengatakan, destinasi Pantai Kuta ini sangat indah dengan pasir putihnya dan kebersihan air lautnya serta pemandangan perbukitan, namun dengan adanya tenda di sepanjang Pantai tersebut cukup mengganggu pemandangan.
"Kalau menurut saya cukup mengganggu pemandangan," ujarnya kepada wartawan.
Ia juga mengatakan, kenapa tidak ditata keberadaan tenda warga yang melaksanakan tradisi madak tersebut, sehingga tidak menganggu keindahan Pantai Kuta.
"Kenapa tidak ditata atau dikemas dengan baik kegiatan yang menjadi tradisi warga ini," ujarnya.
Seperti diketahui, Tradisi Madak merupakan tradisi turun temurun suku Sasak yang dilaksanakan dalam setahun tiga bulan berturut selama tiga hari tiga malam per bulan bersangkutan.
Selama tradisi itu berlangsung, warga menginap bersama keluarganya dengan mendirikan tenda selama tiga hari tiga malam di kawasan Pantai Kuta, karena warga menangkap ikan saat air laut sedang surut.
Sementara itu, pihak Humas PT ITDC selaku pengelola kawasan, Anggun mengatakan, mengenai kegiatan Madak Mare di area KB bisa dikonfirmasi kepada Pemerintah Daerah.
"Bisa menghubungi pihak Pemerintah Daerah Loteng, karena terkait tradisi yang dilakukan masyarakat adat Desa Rembitan," pungkasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Loteng, Lalu Lendek Jayadi yang dikomfirmasi belum bisa memberikan penjelasan, karena ada kegiatan.
"Masih rapat di Mataram," singkatnya.
Salah satu wisatawan Lokal warga NTB, Samsul mengatakan, destinasi Pantai Kuta ini sangat indah dengan pasir putihnya dan kebersihan air lautnya serta pemandangan perbukitan, namun dengan adanya tenda di sepanjang Pantai tersebut cukup mengganggu pemandangan.
"Kalau menurut saya cukup mengganggu pemandangan," ujarnya kepada wartawan.
Ia juga mengatakan, kenapa tidak ditata keberadaan tenda warga yang melaksanakan tradisi madak tersebut, sehingga tidak menganggu keindahan Pantai Kuta.
"Kenapa tidak ditata atau dikemas dengan baik kegiatan yang menjadi tradisi warga ini," ujarnya.
Seperti diketahui, Tradisi Madak merupakan tradisi turun temurun suku Sasak yang dilaksanakan dalam setahun tiga bulan berturut selama tiga hari tiga malam per bulan bersangkutan.
Selama tradisi itu berlangsung, warga menginap bersama keluarganya dengan mendirikan tenda selama tiga hari tiga malam di kawasan Pantai Kuta, karena warga menangkap ikan saat air laut sedang surut.
Sementara itu, pihak Humas PT ITDC selaku pengelola kawasan, Anggun mengatakan, mengenai kegiatan Madak Mare di area KB bisa dikonfirmasi kepada Pemerintah Daerah.
"Bisa menghubungi pihak Pemerintah Daerah Loteng, karena terkait tradisi yang dilakukan masyarakat adat Desa Rembitan," pungkasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata Loteng, Lalu Lendek Jayadi yang dikomfirmasi belum bisa memberikan penjelasan, karena ada kegiatan.
"Masih rapat di Mataram," singkatnya.
Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri Pariwisata ajak warga Lombok bangun budaya bersih di destinasi wisata
24 April 2025 17:10 WIB, 2025
Polisi identifikasi video WNA berbuat mesum di Pantai Mandalika Lombok
02 October 2024 13:29 WIB, 2024
Terpopuler - Suara Publik
Lihat Juga
Dominasi elit menggerus kedaulatan rakyat: Krisis representasi demokrasi di Indonesia
20 March 2026 12:33 WIB