Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat menyatakan, meskipun semua pasar hewan telah ditutup untuk mencegah penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), namun stok daging menjelang hari raya Idul Adha masih aman.

"Di rumah potong hewan stok daging sapi tetap terkontrol atau dipastikan cukup hingga lebaran haji," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Lombok Tengah Lalu Ahmad Satriadi di kantornya di Praya, Kamis.

Berdasarkan data sementara stok daging di Lombok Tengah sebanyak 134,22 ton untuk kebutuhan satu tahun. Sedangkan kebutuhan daging bagi masyarakat dari Januari hingga bulan Mei itu mencapai 70,78 ton. Sehingga dengan sisa stok daging yang masih tersenyum dipastikan bisa memenuhi kebutuhan daging bagi masyarakat, meskipun saat ini wabah PMK telah menyerang ternak sapi warga.

Untuk memastikan stok daging aman, pihaknya telah turun langsung kelapangan memantau terkait dengan ketersediaan daging di rumah potong hewan yang ada di Lombok Tengah.

"Untuk stok daging dipastikan cukup sampai akhir tahun. Artinya dengan adanya wabah PMK itu tidak terlalu terdampak," katanya.

Menurut dia, dengan adanya wabah PMK tersebut, yang terdampak itu hanyalah masalah harga jual beli daging maupun ternak sapi di pasar. Namun, kenaikan harga daging sapi tersebut tidak terlalu tinggi seperti menjelang lebaran.

"Harga daging di pasar Rp120 ribu hingga Rp125 ribu," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Lombok Tengah Lalu Taufikurahman mengatakan wabah penyakit mulut dan kuku telah mulai menyerang ternak sapi hingga saat ini menyebar di 9 kecamatan, namun ternak yang terkena tidak banyak.

"Kalau dari laporan PMK itu hampir ada di semua Kecamatan di Lombok Tengah, namun tidak sebanyak seperti di Kecamatan Praya Tengah dan Jonggat yang mencapai ratusan," katanya.

Sembilan Kecamatan yang terkena wabah PMK tersebut yakni Kecamatan Praya Tengah, Jonggat, Praya Timur, Kopang, Batukliang, Pujut, Praya Barat Daya, Janparia dan Praya Barat Daya. Sedangkan tiga Kecamatan lainnya seperti Batukliang Utara, Praya dan Kecamatan Peringgerata tidak ada yang ditemukan wabah PMK.

"Kalau melihat sebaran nya hampir di 9 Kecamatan, tapi itu tidak banyak seperti di Kecamatan Praya Barat hanya ada satu ekor yang ditemukan," katanya.

Berdasarkan data sementara jumlah ternak sapi yang terkena wabah PMK secara kumulatif mencapai 903 ekor. Namun, populasi kesembuhan cukup tinggi mencapai 267 ekor dari angka serangan 733 ekor minggu lalu.

"Sisanya itu kasus baru yang dilaporkan seperti di Desa Batujai hanya beberapa ekor," katanya.
 

Pewarta : Akhyar Rosidi
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024