Emas melonjak 22,7 dolar AS
Sabtu, 11 Juni 2022 6:32 WIB
Seorang pegawai menunjukkan kepingan emas di toko perhiasan di Kota Tangerang, Banten, Jumat (25/9/2020). ANTARA FOTO/Fauzan/pras.
Chicago (ANTARA) - Emas naik tajam pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), mencapai level tertinggi empat minggu setelah saham di Wall Street mengalami pukulan terburuk dalam tiga minggu setelah data inflasi AS untuk Mei menunjukkan posisi tertinggi 41 tahun yang mengindikasikan Federal Reserve bisa menjadi lebih agresif dengan kenaikan suku bunganya.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, melonjak 22,70 dolar AS atau 1,23 persen, menjadi ditutup pada 1.875,50 dolar AS per ounce. Untuk minggu ini, kontrak acuan emas berjangka mencatat kenaikan 1,2 persen.
Emas berjangka tergelincir 3,7 dolar AS atau 0,2 persen menjadi 1.852,80 dolar AS pada Kamis (9/6/2022), setelah menguat 4,4 dolar AS atau 0,24 persen menjadi 1.856,50 dolar AS pada Rabu (8/6/2022), dan bertambah 8,4 dolar AS atau 0,46 persen menjadi 1.852,10 dolar AS pada Selasa (7/6/2022).
Baca juga: Ditopang lemahnya ekuitas AS, emas menguat 4,4 dolar
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (10/6/2022) bahwa indeks harga konsumen AS naik 8,6 persen pada Mei dari tahun lalu, kenaikan tertinggi sejak Desember 1981. Inflasi inti tidak termasuk makanan dan energi naik 6,0 persen. Keduanya lebih tinggi dari yang diperkirakan.
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus di divisi Comex New York Exchange, melonjak 22,70 dolar AS atau 1,23 persen, menjadi ditutup pada 1.875,50 dolar AS per ounce. Untuk minggu ini, kontrak acuan emas berjangka mencatat kenaikan 1,2 persen.
Emas berjangka tergelincir 3,7 dolar AS atau 0,2 persen menjadi 1.852,80 dolar AS pada Kamis (9/6/2022), setelah menguat 4,4 dolar AS atau 0,24 persen menjadi 1.856,50 dolar AS pada Rabu (8/6/2022), dan bertambah 8,4 dolar AS atau 0,46 persen menjadi 1.852,10 dolar AS pada Selasa (7/6/2022).
Baca juga: Ditopang lemahnya ekuitas AS, emas menguat 4,4 dolar
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan pada Jumat (10/6/2022) bahwa indeks harga konsumen AS naik 8,6 persen pada Mei dari tahun lalu, kenaikan tertinggi sejak Desember 1981. Inflasi inti tidak termasuk makanan dan energi naik 6,0 persen. Keduanya lebih tinggi dari yang diperkirakan.
Pewarta : Apep Suhendar
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
HRTA mengantongi laba Rp700,01 miliar pada semester I 2026, naik 100,86 persen
04 August 2026 7:16 WIB
Harga emas Antam, Galeri24, UBS di Pegadaian hari ini serentak turun harga pada Rabu
08 July 2026 9:52 WIB
Terpopuler - Ekonomi Bisnis
Lihat Juga
Gapasdap: kebakaran KMP Putri Yasmin momentum perkuat keselamatan pelayaran
13 August 2026 18:07 WIB
Kabar gembira! Gubernur NTB pastikan hosting fee MotoGP Mandalika 2026 tuntas
12 August 2026 18:18 WIB
Pemkab Dompu mengoptimalkan tambahan TKD Rp136,5 miliar untuk stabilkan APBD
11 August 2026 20:55 WIB