Selong, Lombok Timur (ANTARA) - Warga Desa Pengadangan, Kecamatan Pringgasala,  Lombok Timur, Rabu (12/10) sekitar pukul 15.30 Wita, dihebohkan dengan meninggalnya Amaq Udin (30) warga Dusun kuangsawi, Desa Pengadangan, di dalam sumur milik tetangganya. 

Saat membersihkan sumur yang menimbulkan bau menyengat dari bangkai binatang.

Sebelum korban turun ke dalam sumur, korban bersama rekannya berusaha membersihkan sumur yang berkedalaman sembilan meter tersebut, menggunakan pompa penyedot air, yang ditempatkan di dalam sumur.

Pompa air ditempatkan di dalam sumur 2 meter di atas permukaan air, setelah itu korban menghidupkan pompa dan airpun berhasil di sedot. 

Tak berapa lama saat korban berada di atas, tiba-tiba pompa air tak mengeluarkan air dan korban pun kembali ke dalam sumur untuk memeriksa pompa.

Meski sudah dilarang warga lain, korban tetap memaksa turun kembali dan saat menambah tenaga mesin pompa, justru memunculkan asap tebal hingga ke luar dari dalam sumur. 

Akibat asap tebal tersebut korban menjadi lemas, beberapa warga yang melihat korban yang lemas berusaha memberi pertolongan  dengan  cara turun ke dalam sumur. 

Namun usaha mereka sia-sia,mereka tak berhasil menyelamatkan korban, lantaran mereka juga merasa lemas saat akan melakukan penyelamatan. 

Melihat kejadian tersebut, wargapun melaporkan kejadian itu ke Polsek Pringgasela termasuk ke Tim SAR BPBD Lotim.

Adanya laporan tersebut, anggota Polsek dan SAR BPBDpun datang ke TKP, dan melakukan evakuasi terhadap korban. 

Sekitar pukul 17.00 Wita, korbanpun berhasil dievakuasi tim SAR dan korban sudah tak bernyawa. Hasil visum dokter puskesmas, diduga korban meninggal diduga akibat keracunan gas, sedangkan empat kawan korban masih dalam perawatan intensif di Puskesmas.

Kapolsek Pringgasela melalui Kasi Humas Polres Lombok Timur Iptu Nicolas Oesman saat dikonfirmasi membenarkan adanya laporan salah seorang warga Pengadangan meninggal di dalam sumur. 

"Sebelum kejadian korban bersama warga lain akan membersihkan salah satu sumur milik tetangga korban yang menimbulkan bau tak sedap," katanya.
 

Pewarta : Dimyati
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2024