Menko Marinves apresiasi BMKG pasang alat pemantau cuaca di lokasi KTT G20
Senin, 7 November 2022 18:39 WIB
Tangkapan layar Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers peluncuran Pembaruan Aplikasi Infobmkg New Version dan Aplikasi MHEWS secara daring di Jakarta, Senin (7/11/2022). (ANTARA/ Zubi Mahrofi)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengapresiasi langkah BMKG yang melakukan pemasangan alat pemantau cuaca di setiap titik lokasi pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.
"Adanya alat itu tentunya akan menunjang pelaksanaan KTT G20 dengan monitoring cuaca yang makin akurat," ujar Luhut dalam konferensi pers peluncuran Pembaruan Aplikasi Infobmkg New Version dan Aplikasi MHEWS secara daring di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan data monitoring yang dihasilkan dari alat pemantau cuaca yang dipasang di lokasi KTT G20 itu berguna untuk melaksanakan operasi teknologi modifikasi cuaca yang akan dilaksanakan oleh BRIN, BMKG, TNI, dan BNPB untuk mengurangi dampak risiko cuaca pada kegiatan yang dilakukan di luar ruangan. "Selamat peluncuran terbaru aplikasi info BMKG dan pemasangan alat pemantau cuaca untuk KTT G20," ucapnya.
Ia menilai BMKG telah berubah menjadi suatu organisasi yang semakin profesional, dapat beradaptasi dengan cepat dan mampu menyongsong tantangan-tantangan ke depannya. "Sekali lagi, selamat buat BMKG semoga langkah inovasi menjadi pijakan BMKG untuk berkiprah lebih nyata mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan," tutur Luhut.
Baca juga: BMKG: Ajang WSBK Mandalika 2022 diprakirakan hujan sedang
Baca juga: Gerhana bulan total aman diamati langsung oleh masyarakat
Dalam kesempatan sama, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyatakan BMKG bertekad mengambil bagian dalam meningkatkan pelayanan informasi guna menunjang keselamatan dan kenyamanan perhelatan internasional ini dengan menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna mengantisipasi skenario terburuk apabila terjadi bencana alam saat pelaksanaan.
"Terpilihnya Indonesia sebagai Presidensi G20 merupakan sebuah kehormatan yang harus dipertanggungjawabkan dengan menjamin penyelenggaraan G20 berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar," ujarnya.
"Adanya alat itu tentunya akan menunjang pelaksanaan KTT G20 dengan monitoring cuaca yang makin akurat," ujar Luhut dalam konferensi pers peluncuran Pembaruan Aplikasi Infobmkg New Version dan Aplikasi MHEWS secara daring di Jakarta, Senin.
Ia mengatakan data monitoring yang dihasilkan dari alat pemantau cuaca yang dipasang di lokasi KTT G20 itu berguna untuk melaksanakan operasi teknologi modifikasi cuaca yang akan dilaksanakan oleh BRIN, BMKG, TNI, dan BNPB untuk mengurangi dampak risiko cuaca pada kegiatan yang dilakukan di luar ruangan. "Selamat peluncuran terbaru aplikasi info BMKG dan pemasangan alat pemantau cuaca untuk KTT G20," ucapnya.
Ia menilai BMKG telah berubah menjadi suatu organisasi yang semakin profesional, dapat beradaptasi dengan cepat dan mampu menyongsong tantangan-tantangan ke depannya. "Sekali lagi, selamat buat BMKG semoga langkah inovasi menjadi pijakan BMKG untuk berkiprah lebih nyata mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan," tutur Luhut.
Baca juga: BMKG: Ajang WSBK Mandalika 2022 diprakirakan hujan sedang
Baca juga: Gerhana bulan total aman diamati langsung oleh masyarakat
Dalam kesempatan sama, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati menyatakan BMKG bertekad mengambil bagian dalam meningkatkan pelayanan informasi guna menunjang keselamatan dan kenyamanan perhelatan internasional ini dengan menyiapkan berbagai langkah mitigasi guna mengantisipasi skenario terburuk apabila terjadi bencana alam saat pelaksanaan.
"Terpilihnya Indonesia sebagai Presidensi G20 merupakan sebuah kehormatan yang harus dipertanggungjawabkan dengan menjamin penyelenggaraan G20 berjalan dengan aman, nyaman, dan lancar," ujarnya.
Pewarta : Zubi Mahrofi
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Seleksi program beasiswa mekanik untuk alat berat di Sumbawa Barat tetap transparan
09 April 2026 19:52 WIB
Alat Pemantau Gunung Tambora dicuri, Aktivitas vulkanik sempat tak terpantau
26 March 2026 15:54 WIB
Dugaan korupsi DAK Rp42 Miliar, Sejumlah kepala SMK di NTB dipanggil Kejati
04 February 2026 17:49 WIB
Terpopuler - Nusantara
Lihat Juga
Gubernur Bali meminta pembangunan tahap II Turyapada Tower selesai tepat waktu
06 April 2026 3:28 WIB