Sorong (ANTARA) - Festival Suling Tambur di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat pada November 2022 tercatat sebagai Festival Suling Tambur dengan grup terbanyak oleh Museum Rekor Dunia Indonesia atau MURI.

Wakil Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam di Waisai, Selasa (29/11) mengatakan bahwa rekor MURI tersebut ditandai dengan penyerahan piagam oleh MURI kepada Pemkab Raja Ampat pada 26 November 2022.

Dia mengatakan bahwa rekor tersebut diberikan pula atas kerja keras Pemerintah Kabupaten Raja Ampat melestarikan seni budaya Suling Tambur dan mempromosikan wisata budaya melalui Festival Suling Tambur rutin setiap tahun. Festival ini, kata dia, secara konsisten dilaksanakan oleh Pemerintah  Kabupaten Raja Ampat setiap tahun untuk didorong masuk Calender of Event Indonesia.

Dikatakan festival suling tambur diprakarsai oleh Bupati Raja Ampat Abdul Faris Umlati sejak memimpin Kabupaten Raja Ampat tahun 2016. Festival Suling Tambur dilaksanakan pertama kali tahun 2017 di Waisai ibu kota kabupaten Raja Ampat, dan dilanjutkan tahun 2018 di Distrik Kabare, tahun 2019 di Kepulauan Pam, tahun 2021 di Wejim, dan 2022 kembali ke di Waisai. "Tahun 2020 Festival Suling Tambur tidak dilaksanakan karena adanya pandemi COVID-19," ujarnya.

Selain memecahkan rekor dunia dengan grup terbanyak, pada pesta budaya Festival Suling Tambur 2022 panitia mencatat kemajuan yang signifikan dari tahun ke tahun pelaksanaan yakni busana unik peserta festival.

Baca juga: Program Kampung Inggris Mengajar pecahkan rekor MURI
Baca juga: Merah putih tapal batas pecahkan rekor MURI

Tidak hanya jumlah grup peserta musisi Suling Tambur yang mencapai 25 peserta, festival kali ini busana juga beragam terbuat dari kulit kayu, daun sagu, kulit gamutu, kain dada, aksesoris kekayaan alam flora dan fauna, serta kreasi gambar dan ukiran. Bahkan anak-anak pelajar dari mulai tingkat SD, SMP, SMK dan SMA ikut sebagai peserta memberikan makna tersendiri bagi kelangsungan seni budaya Suling Tambur di Raja Ampat.

 




 

Pewarta : Ernes Broning Kakisina
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024