Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mempersiapkan diri sebagai tuan rumah ajang internasional Kegiatan Budaya Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang dilaksanakan pada 9-16 Juli 2023.

Kegiatan budaya yang berintegrasi dengan kegiatan kepemudaan dan keagamaan tersebut rencananya digelar di tiga daerah, yakni Balikpapan, Kutai Kartanegara dan Samarinda. Sekda Provinsi Kaltim Sri Wahyuni menjelaskan sebagai tuan rumah, Provinsi Kaltim harus mempersiapkan dengan sebaik-baiknya  menyambut kedatangan tamu dari 56 negara anggota OKI seperti, Uni Emirat Arab (UEA), Maroko, Mesir dan Turki.

“Kaltim harus siap menerima peserta dari negara anggota OKI dengan senang dan bangga,” ucap Sri Wahyuni ketika rapat koordinasi persiapan OKI di Provinsi Kaltim melalui Zoom Meeting di Samarinda, Kamis.

Menurut Sekda, kesiapan Kaltim sebagai tuan rumah pelaksanaan kegiatan budaya OKI harus dilakukan mulai saat ini mengingat waktu pelaksanaan semakin dekat. Terlebih berbagai rangkaian kegiatan juga akan digelar dalam ajang tersebut, baik sejumlah acara kesenian dan budaya maupun kegiatan besar lainnya.

Untuk itu, Sri Wahyuni berharap semua Organisasi perangkat daerah yang terlibat harus fokus dan terus berbenah untuk mensukseskan acara. “Misal, dalam pelaksanaan itu ada kegiatan workshop maupun focus group discussion (FGD) setiap harinya, tetapi ada juga kegiatan lapangannya atau outdoor-nya, sehingga wajib dipersiapkan,” pesannya.

Baca juga: Wagub Kaltim ajak masyarakat pelihara kerukunan umat
Baca juga: Kaltim rencana lelang sisa emisi karbon kerja sama Bank Dunia

Bahkan, dalam pelaksanaan itu, perlu juga mengundang UMKM dan pelaku ekonomi syariah di Kaltim, sehingga meningkatkan wawasan seluruh peserta. Terutama peserta akan mengetahui bagaimana pertumbuhan ekonomi masyarakat Kaltim.

Kegiatan itu bekerja sama dengan International Youth Committee (IYC) Kaltim. Kegiatan Budaya OKI itu diikuti 56 negara yang akan berbagi pandangan terkait kebudayaan. Harapannya sebagai tuan rumah, Kaltim bisa merancang apa yang sebenarnya dibutuhkan. "Mudahan Provinsi Kaltim bisa promosikan berbagai budaya bangsa, keberagaman dan pendidikan," jelasnya.





 

Pewarta : Arumanto
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024