London (ANTARA) - Saham-saham Inggris berakhir lebih tinggi pada perdagangan Kamis waktu setempat (26/1/2023), menghentikan kerugian dua hari berturut-turut, dengan indeks acuan FTSE 100 di Bursa Efek London terangkat 0,21 persen atau 16,24 poin menjadi menetap di 7.761,11.
 

Indeks FTSE 100 merosot 0,16 persen atau 12,49 poin menjadi 7.744,87 pada Rabu (25/1/2023), setelah tergerus 0,35 persen atau 27,31 poin menjadi 7.757,36 pada Selasa (24/1/2023), dan menguat 0,18 persen atau 14,08 poin menjadi 7.784,67 pada Senin (23/1/2023).

3i Group PLC, sebuah kelompok perusahaan ekuitas swasta dan modal ventura multinasional Inggris yang berbasis di London melambung 9,18 persen, menjadi pencetak keuntungan tertinggi (top gainer) dari saham-saham unggulan atau blue chips.

Baca juga: Saham Jerman ditutup di zona hijau, Indeks menguat 0,34 persen

Diikuti oleh saham perusahaan investasi ekuitas yang berfokus pada penyediaan modal untuk membantu perusahaan tumbuh melalui pasar private dan publik Intermediate Capital Group PLC melonjak 6,78 persen; serta perusahaan persewaan peralatan industri Inggris Ashtead Group PLC terangkat 4,28 persen.

Baca juga: Saham Prancis berbalik menguat, indeks terkerek 0,74 persen

Sementara itu. Polymetal International PLC, sebuah perusahaan pertambangan logam mulia Inggris-Rusia yang terdaftar di Saint Helier, Jersey, membukukan kerugian paling besar (top loser) di antara saham-saham unggulan, dengan harga sahamnya terjun 20,41 persen.

Diikuti oleh saham perusahaan manufaktur dan pertambangan baja multinasional Inggris yang sebagian dimiliki oleh oligarki Rusia Evraz PLC terjungkal 12,59 persen; serta perusahaan industri minuman beralkohol multinasional Inggris Diageo PLC merosot 5,52 persen.
 



 


Pewarta : Apep Suhendar
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024