ICMI dorong pendidikan politik di Indonesia
Sabtu, 13 Mei 2023 6:14 WIB
Tangkapan layar - Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Arif Satria menyampaikan pidato pada acara "Halalbihalal dan Silaturahmi Tokoh Bangsa" di Jakarta, Jumat (12/5/2023) . (ANTARA/Fauzi Lamboka)
Jakarta (ANTARA) - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) siap mendorong pendidikan politik di Indonesia, kata Ketua Umum ICMI Arif Satria. "Langkah-langkah yang dilakukan ICMI adalah mendorong pendidikan politik, sekolah politik dan aktivitas yang berkaitan dengan aksi-aksi di masyarakat," katanya saat berpidato pada acara "Halalbihalal ICMI dan Silaturahmi Tokoh Bangsa" di Jakarta, Jumat.
Dia menjelaskan saat ini Indonesia telah memasuki tahun-tahun politik, ketika proses politik yang sifatnya transaksional bermunculan. Dia mengatakan ICMI dan semua pihak turut bertanggung jawab ikut membangun sistem politik proses demokrasi yang lebih substansial agar proses kepemimpinan di masa depan tidak hanya berbasis elektoral.
"Saat ini, bicara politik tereduksi hanya bicara survei. Saatnya bicara politik tentang gagasan besar, peradaban besar, bagaimana Indonesia menjadi bangsa besar yang akan menjadi pemimpin dunia," katanya.
Menurut Arif, ICMI mendorong kerangka etik untuk menciptakan proses demokratisasi yang lebih berkualitas, lebih substansial dan bisa mendorong cita-cita bangsa Indonesia untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
Baca juga: ICMI benteng umat Islam tidak terpapar ideologi ekstrem
Baca juga: Menko Polhukam : Indonesia dibangun berdasarkan negara kebangsaan religius
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Wiranto mengatakan bahwa kunci kemajuan bangsa adalah kecerdasan rakyat Indonesia. Dengan rakyat yang cerdas, kekhawatiran akan demokrasi konseptual dapat berubah menjadi demokrasi substansial, katanya. "Saya sangat mendukung berbagai program (ICMI). Akhirnya, keberadaan ICMI dapat membantu mengisi, sebagai inspirator untuk mendukung kecerdasan rakyat Indonesia," kata Wiranto.
Dia menjelaskan saat ini Indonesia telah memasuki tahun-tahun politik, ketika proses politik yang sifatnya transaksional bermunculan. Dia mengatakan ICMI dan semua pihak turut bertanggung jawab ikut membangun sistem politik proses demokrasi yang lebih substansial agar proses kepemimpinan di masa depan tidak hanya berbasis elektoral.
"Saat ini, bicara politik tereduksi hanya bicara survei. Saatnya bicara politik tentang gagasan besar, peradaban besar, bagaimana Indonesia menjadi bangsa besar yang akan menjadi pemimpin dunia," katanya.
Menurut Arif, ICMI mendorong kerangka etik untuk menciptakan proses demokratisasi yang lebih berkualitas, lebih substansial dan bisa mendorong cita-cita bangsa Indonesia untuk mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
Baca juga: ICMI benteng umat Islam tidak terpapar ideologi ekstrem
Baca juga: Menko Polhukam : Indonesia dibangun berdasarkan negara kebangsaan religius
Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan Presiden (Watimpres) Wiranto mengatakan bahwa kunci kemajuan bangsa adalah kecerdasan rakyat Indonesia. Dengan rakyat yang cerdas, kekhawatiran akan demokrasi konseptual dapat berubah menjadi demokrasi substansial, katanya. "Saya sangat mendukung berbagai program (ICMI). Akhirnya, keberadaan ICMI dapat membantu mengisi, sebagai inspirator untuk mendukung kecerdasan rakyat Indonesia," kata Wiranto.
Pewarta : Fauzi
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KPU Dompu canangkan penanaman pohon sebagai simbol perawatan demokrasi berkelanjutan
19 January 2026 21:08 WIB
RI-Australia menggelar dialog bilateral membahas penguatan kerja sama maritim
13 December 2025 5:32 WIB
KPU Dompu luncurkan Aplikasi SIAGUS dukung tata kelola administrasi digital
31 October 2025 21:45 WIB