Sungailiat (ANTARA) - Stasiun Meteorologi Kelas III Tanjung Pandan, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memantau keberadaan hotspot atau titik panas guna mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di daerah itu.

"Kami melakukan pemantauan titik panas baik di wilayah Belitung dan Belitung Timur," kata Kepala Kelompok Teknisi, Stasiun Meteorologi Kelas III Tanjung Pandan, Ridwanto di Tanjung Pandan, Jumat.

Menurut dia, hal ini dilakukan guna mengantisipasi terjadinya peristiwa kebakaran hutan dan lahan terutama di saat musim kemarau sekarang ini. Ia mengatakan, hasil dari pemantauan sejumlah titik panas tersebut akan dilaporkan kepada sejumlah pihak terkait yang membutuhkan informasi tersebut.

Ia mengatakan, kondisi Kabupaten Belitung dan Belitung Timur sementara ini masih relatif aman dari peristiwa kebakaran hutan dan lahan. "Memang belum ada titik panas yang bisa memicu kebakaran menjadi lebih luas," ujarnya.

Namun, lanjut Ridwanto, pihaknya tetap mengimbau masyarakat agar mewaspadai ancaman bahaya kebakaran hutan dan lahan. "Karena saat ini untuk di wilayah Kabupaten Belitung angin bertiup kencang," katanya.

Baca juga: Sebanyak 23,5 Ha Karhutla Nagan Raya Aceh sudah padam
Baca juga: Kebakaran hutan landa kawasan Bukit Sempana Sembalun

Ridwanto menjelaskan, Belitung masih berpotensi dilanda hujan lokal. "Hujan lokal kemungkinan masih akan terjadi di beberapa wilayah baik di Belitung dan Belitung Timur," ujarnya.

Oleh karena itu, dirinya mengimbau masyarakat tidak membuka lahan perkebunan dengan cara membakar. Selain itu, para pengendara diharapkan juga tidak membuang puntung rokok secara sembarangan terutama di lahan kering. "Kondisi ini bisa memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan ditambah dengan kondisi angin yang saat ini bertiup kencang," katanya.

 

Pewarta : Kasmono
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024