Mataram (Antara NTB) - Wakil Presiden Jusuf Kalla dijadwalkan menghadiri sekaligus membuka Muktamar VI Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (12/12).
Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda NTB Yusron Hadi di Mataram, Jumat, mengatakan selain membuka Muktamar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla juga menghadiri Milad ke-25 ICMI yang dipusatkan di Universitas Mataram (Unram).
"Jadi kehadiran Wapres Jusuf Kalla di Mataram, selain membuka Muktamar ICMI juga sekaligus menghadiri Milad ke-25 ICMI," katanya.
Selain itu, kata dia, dalam kunjungan sehari di NTB tersebut, Wapres Jusuf Kalla juga dijadwalkan menghadiri kegiatan "ground breaking" atau peletakan batu pertama pembangunan hotel pertama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah yang di kelola Perseroan Terbatas Indonesia Tourism Development Corporation (PT ITDC).
"Ini beberapa agenda yang direncanakan dihadiri Wapres dalam kunjungannya ke NTB," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT ITDC Abdulbar M Mansoer mengatakan kehadiran Wapres Jusuf Kalla di NTB, untuk meresmikan KEK Mandalika di Lombok Tengah.
KEK Mandalika dengan luas 1.035 hektar yang akan dikembangkan serta dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (PPI) Persero atau ITDC, sebagai badan usaha milik negara (BUMN) di sektor pengembangan kawasan pariwisata.
Abdulbar menjelaskan bersamaan dengan peresmian KEK Mandalika ini, Wapres Jusuf Kalla, yang akan didampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya, juga akan melakukan peletakan batu pertama sejumlah proyek, seperti pembangunan empat hotel bertaraf internasional, konstruksi proyek pengolahan air laut menjadi air bersih atau reverse osmosis (RO) dan pembangkit listrik tenaga surya.
"Proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari tahap pertama pengembangan KEK Mandalika seluas 400 ha dan direncanakan akan selesai pada 2018," jelasnya.
Abdulbar mengatakan tiga hotel yang akan dibangun pada tahap awal ini, adalah Pullman Hotel, Med Club Hotel, dan Lee's Hotel. Pembangunan ketiga hotel tersebut direncanakan akan beroperasi pada 2018.
"Dengan beroperasinya empat hotel tersebut, diharapkan kawasan Mandalika akan menjadi pusat Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition (MICE) baru di Indonesia," ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan tiga hotel bertaraf internasional ini, sekaligus membuktikan tingkat kepercayaan investor terhadap prospek pengembangan kawasan Mandalika. ITDC saat ini juga tengah melakukan pendekatan dengan sejumlah investor strategis baik dari dalam dan luar negeri untuk menanamkan investasinya di KEK Mandalika.
Karena itu, untuk mendorong percepatan masuknya investasi tersebut, pada tahap awal pengembangan ini ITDC akan membangun pengolahan air laut menjadi air bersih dengan sistem reverse osmosis.
Selain itu juga akan dilakukan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
"Pada tahap awal, kami akan membangun infrastruktur dasar yang dibutuhkan untuk mengembangkan sebuah kawasan pariwisata mulai dari akses jalan raya, air bersih, listrik, telekomunikasi dan infrastruktur pendukung lainnya.
Dengan demikian, sebuah kawasan akan menarik bagi investor untuk turut berinvestasi dalam mengembangkan kawasan," tambahnya.
Untuk itu, Abdulbar menegaskan ITDC berkomitmen mengembangkan KEK Mandalika dengan mengedepankan kearifan budaya lokal, serta menyontoh kesuksesan BTDC dalam mengelola kawasan Nusa Dua, Bali.
ITDC juga turut dalam upaya mengembangkan kapasitas sumberdaya manusia lokal. Hal ini diwujudkan dalam bentuk pembangunan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) di kawasan Mandalika. (*)
Kepala Biro Humas dan Protokoler Setda NTB Yusron Hadi di Mataram, Jumat, mengatakan selain membuka Muktamar Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI), Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla juga menghadiri Milad ke-25 ICMI yang dipusatkan di Universitas Mataram (Unram).
"Jadi kehadiran Wapres Jusuf Kalla di Mataram, selain membuka Muktamar ICMI juga sekaligus menghadiri Milad ke-25 ICMI," katanya.
Selain itu, kata dia, dalam kunjungan sehari di NTB tersebut, Wapres Jusuf Kalla juga dijadwalkan menghadiri kegiatan "ground breaking" atau peletakan batu pertama pembangunan hotel pertama di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah yang di kelola Perseroan Terbatas Indonesia Tourism Development Corporation (PT ITDC).
"Ini beberapa agenda yang direncanakan dihadiri Wapres dalam kunjungannya ke NTB," ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT ITDC Abdulbar M Mansoer mengatakan kehadiran Wapres Jusuf Kalla di NTB, untuk meresmikan KEK Mandalika di Lombok Tengah.
KEK Mandalika dengan luas 1.035 hektar yang akan dikembangkan serta dikelola oleh PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (PPI) Persero atau ITDC, sebagai badan usaha milik negara (BUMN) di sektor pengembangan kawasan pariwisata.
Abdulbar menjelaskan bersamaan dengan peresmian KEK Mandalika ini, Wapres Jusuf Kalla, yang akan didampingi Menteri Pariwisata Arief Yahya, juga akan melakukan peletakan batu pertama sejumlah proyek, seperti pembangunan empat hotel bertaraf internasional, konstruksi proyek pengolahan air laut menjadi air bersih atau reverse osmosis (RO) dan pembangkit listrik tenaga surya.
"Proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari tahap pertama pengembangan KEK Mandalika seluas 400 ha dan direncanakan akan selesai pada 2018," jelasnya.
Abdulbar mengatakan tiga hotel yang akan dibangun pada tahap awal ini, adalah Pullman Hotel, Med Club Hotel, dan Lee's Hotel. Pembangunan ketiga hotel tersebut direncanakan akan beroperasi pada 2018.
"Dengan beroperasinya empat hotel tersebut, diharapkan kawasan Mandalika akan menjadi pusat Meeting, Incentive, Convention, dan Exhibition (MICE) baru di Indonesia," ungkapnya.
Menurutnya, pembangunan tiga hotel bertaraf internasional ini, sekaligus membuktikan tingkat kepercayaan investor terhadap prospek pengembangan kawasan Mandalika. ITDC saat ini juga tengah melakukan pendekatan dengan sejumlah investor strategis baik dari dalam dan luar negeri untuk menanamkan investasinya di KEK Mandalika.
Karena itu, untuk mendorong percepatan masuknya investasi tersebut, pada tahap awal pengembangan ini ITDC akan membangun pengolahan air laut menjadi air bersih dengan sistem reverse osmosis.
Selain itu juga akan dilakukan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
"Pada tahap awal, kami akan membangun infrastruktur dasar yang dibutuhkan untuk mengembangkan sebuah kawasan pariwisata mulai dari akses jalan raya, air bersih, listrik, telekomunikasi dan infrastruktur pendukung lainnya.
Dengan demikian, sebuah kawasan akan menarik bagi investor untuk turut berinvestasi dalam mengembangkan kawasan," tambahnya.
Untuk itu, Abdulbar menegaskan ITDC berkomitmen mengembangkan KEK Mandalika dengan mengedepankan kearifan budaya lokal, serta menyontoh kesuksesan BTDC dalam mengelola kawasan Nusa Dua, Bali.
ITDC juga turut dalam upaya mengembangkan kapasitas sumberdaya manusia lokal. Hal ini diwujudkan dalam bentuk pembangunan Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) di kawasan Mandalika. (*)