Perempuan Indonesia harus berpendidikan dan logis
Senin, 25 Desember 2023 8:34 WIB
Menteri Kesehatan RI 2014-2019 Nila Moeloek dalam dialog Hari Ibu 2023 bertajuk Perempuan dan Kesehatan Jiwa di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Jumat (22/12/2023). (ANTARA/HO-Kaukus Masyarakat Peduli Kesehatan Jiwa)
Jakarta (ANTARA) - Menteri Kesehatan RI 2014-2019 Nila Moeloek menegaskan perempuan Indonesia harus berpendidikan dan memiliki pikiran yang logis terutama dalam menjalani peran mereka sebagai seorang ibu.
“Sudah banyak penelitian membuktikan peran ibu itu sentral di keluarga. Baik peran ketahanan keluarga terutama pengasuhan atau parenting. Ini semua butuh modal kesehatan jiwa ibu,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Ahad.
Nila menuturkan seorang ibu memiliki peran sentral dalam keluarga terutama sebagai pendidikan pertama bagi anak yang salah satunya melalui cara parenting atau pola asuh. Oleh sebab itu, kesehatan jiwa seorang ibu termasuk pengetahuan yang luas dan berpikiran logis sangat berkontribusi untuk menciptakan pola asuh yang baik.
Baca juga: Nila Moeloek: 50 persen penduduk dunia akan gunakan kacamata
Baca juga: Nila Moeloek: Kemiskinan tutup akses penanganan stunting keluarga
Nila mengatakan pendidikan dalam hal ini tidak selamanya dalam bentuk akademik, namun juga pengetahuan yang praktis tentang mengelola rumah tangga.
“Perempuan sudah seharusnya berpengetahuan, paling tidak harus memiliki logika untuk menghadapi berbagai persoalan,” ujarnya.
Ia menyayangkan masih banyak perempuan yang lebih memilih bekerja mencari uang dan meninggalkan bangku pendidikan bahkan memutuskan untuk menikah di usia muda. Menurutnya, hal tersebut bisa dicegah dengan memberi modal pemikiran logis pada perempuan untuk jangan terlalu mengutamakan perasaan sebagai kelompok lemah dan rentan.
“Perempuan harus memiliki pengetahuan dan bisa mengembangkan logika berpikir, sering diskusi, baca buku dan punya keberanian untuk punya cita-cita,” kata Nila.*
Baca juga: Nila Moeloek: Perempuan harus tahu cara entaskan stunting
Baca juga: Nila Moeloek: Perspektif masyarakat kunci entaskan stunting
“Sudah banyak penelitian membuktikan peran ibu itu sentral di keluarga. Baik peran ketahanan keluarga terutama pengasuhan atau parenting. Ini semua butuh modal kesehatan jiwa ibu,” katanya dalam keterangan di Jakarta, Ahad.
Nila menuturkan seorang ibu memiliki peran sentral dalam keluarga terutama sebagai pendidikan pertama bagi anak yang salah satunya melalui cara parenting atau pola asuh. Oleh sebab itu, kesehatan jiwa seorang ibu termasuk pengetahuan yang luas dan berpikiran logis sangat berkontribusi untuk menciptakan pola asuh yang baik.
Baca juga: Nila Moeloek: 50 persen penduduk dunia akan gunakan kacamata
Baca juga: Nila Moeloek: Kemiskinan tutup akses penanganan stunting keluarga
Nila mengatakan pendidikan dalam hal ini tidak selamanya dalam bentuk akademik, namun juga pengetahuan yang praktis tentang mengelola rumah tangga.
“Perempuan sudah seharusnya berpengetahuan, paling tidak harus memiliki logika untuk menghadapi berbagai persoalan,” ujarnya.
Ia menyayangkan masih banyak perempuan yang lebih memilih bekerja mencari uang dan meninggalkan bangku pendidikan bahkan memutuskan untuk menikah di usia muda. Menurutnya, hal tersebut bisa dicegah dengan memberi modal pemikiran logis pada perempuan untuk jangan terlalu mengutamakan perasaan sebagai kelompok lemah dan rentan.
“Perempuan harus memiliki pengetahuan dan bisa mengembangkan logika berpikir, sering diskusi, baca buku dan punya keberanian untuk punya cita-cita,” kata Nila.*
Baca juga: Nila Moeloek: Perempuan harus tahu cara entaskan stunting
Baca juga: Nila Moeloek: Perspektif masyarakat kunci entaskan stunting
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Harga emas Antam hari ini stabil di angka Rp2,947 juta/gr, Kamis 12 Februari 2026
12 February 2026 10:20 WIB
Harga emas UBS hari ini Rp3,002 juta/gr dan Galeri24 Rp2,987 juta/gr, Kamis 12 Februari 2026
12 February 2026 8:11 WIB
Pengelolaan sampah Nasional naik ke 24,95 persen, Target 100 persen masih jauh
11 February 2026 17:18 WIB