Kuala Lumpur (ANTARA) - Kara Marketing (M) SDN BHD melakukan impor perdana empat kontainer produk kosmetik Azarine asal Jawa Timur, senilai lebih dari Rp23 miliar untuk dipasarkan di seluruh Malaysia.

Direktur Kara Marketing (M) SDN BHD Susanto Lee di Shah Alam, Selangor, Malaysia, Rabu, mengatakan kosmetik Azarine sudah diproduksi oleh PT Wahana Kosmetika Indonesia sejak lebih dari 20 tahun lalu, dan ini produk kebanggaan anak Indonesia yang diproduksi di Sidoarjo.

Impor produk kosmetik Azarine, menurut dia, sebagai proyek ambisius mengingat untuk peluncuran serempak di Semenanjung Malaysia, Sabah dan Sarawak perusahaannya sudah membuka “purchase order” awal RM7 juta atau sekitar lebih dari Rp23 miliar.

“Jadi tahun ini saya targetkan bisa 20 sampai 30 juta ringgit Malaysia untuk produk saja. Itu proyek ambisius dari segi infrastruktur, finansial, marketing dan sebagainya. Kita sudah studi cukup lama,” kata Susanto, menyampaikan optimisme untuk pasar Malaysia.

Menurut dia, sejak dua hingga tiga tahun lalu tim perusahaan yang memproduksi kosmetik tersebut sudah mulai merencanakan ekspansi keluar negeri, dan negara tujuan pertama yang betul-betul memiliki kecocokan yaitu Malaysia. Karena dari segi sosial dan budaya sangat dekat.

Direktur Kara Marketing (M) SDN BHD Susanto Lee memberi keterangan usai pelaksanaan impor perdana produk kosmetik asal Jawa Timur di fasilitas logistik Kara Marketing Malaysia di Shah Alam, Selangor, Malaysia, Rabu (24/1/2024). (ANTARA/Virna P Setyorini

Setelah mereka cek, ia mengatakan perusahaannya menjadi salah satu pilihan terkuat untuk menjadi rekanan melakukan ekspansi ke pasar Malaysia karena memiliki tim cukup besar dengan sistem informasi teknologi yang baik serta fasilitas gudang cukup besar yang mampu memuat hingga 600 kontainer di Shah Alam, Selangor.

Selain itu, ia mengatakan perusahaan yang sudah beroperasi sejak 1999 itu juga memiliki gudang lain di Johor dengan kapasitas mampu menampung sekitar 300 kontainer untuk distribusi di wilayah selatan Semenanjung Malaysia.

Investasi lain yang perusahaannya siapkan yakni 56 orang “beauty merchandiser” dan 10 orang “field controller”, kata Susanto. Mereka akan membuat “live show” memperkenalkan produk-produk kosmetik Azarine sehingga dapat lebih cepat dikenal konsumen di Malaysia.

Sementara itu, General Manager PT Wahana Kosmetika Indonesia Abraham Daniel mengatakan ekspansi pasar ke Malaysia untuk produk kosmetik yang mengambil nama dewi keanggunan dalam bahasa Yunani itu menjadi bagian dari kampanye “Azarine to Global” yang sedang diadakan perusahaannya.

“Ini salah satu bagian dari kampanye ‘Azarine to Global’. Jadi kita akan mulai masuk ke Asia dan negara yang kita pilih pertama adalah Malaysia,” ujar dia.

Selain karena Malaysia menjadi negara tetangga terdekat, alasan lainnya karena perusahaannya telah punya mitra yang baik dari Kara Marketing (M) SDN BHD, sehingga lebih percaya diri masuk ke negara itu, katanya.
 
Ia mengatakan akan melihat per kuartal perkembangan penjualan produk kosmetiknya di Malaysia. Untuk awal pemasaran di Malaysia akan masuk sekitar 35 unit penyimpanan stok (SKU), dan akan dilanjutkan hingga sekitar 70 SKU.

Mereka memiliki target mampu meratakan penjualan atau pemasaran produk dalam waktu sekitar satu tahun di Malaysia sebelum beranjak ke negara berikutnya yakni Vietnam, ujar Abraham.

Baca juga: Pemerintah lindungi kosmetik lokal dari serbuan produk asing
Baca juga: BPOM tindak tegas pelaku usaha kosmetik bermodus miliki izin

Pengguntingan pita impor pertama produk kosmetik Azarine tersebut dilakukan bersama Duta Besar RI untuk Malaysia Hermono dan Atase Perdagangan RI di Kuala Lumpur Deden Muhammad Fajar Shiddiq di fasilitas Warehouse & Logistic Center Kara Marketing Supply Chain Center, Shah Alam, Selangor.

Dubes RI Hermono mengatakan menyambut baik impor perdana produk kosmetik asal Sidoarjo itu.

“Dan kalau lihat karakter pasar di Malaysia saya optimistis kosmetik ini dapat diterima dengan baik oleh konsumen di Malaysia, baik oleh kaum perempuan maupun laki-laki karena produk ini 'unisex',” ujar dia.


Pewarta : Virna P Setyorini
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2024