BRIN terima 500 sampel riset maritim
Jumat, 12 Juli 2024 20:14 WIB
Ilustrasi - Kapal riset OceanXplorer sedang menurunkan kapal selam untuk meneliti perairan. (ANTARA/HO-OceanX)
Jakarta (ANTARA) - Badan Riset dan Inovasi Nasional telah menerima sebanyak 500 sampel riset bawah laut Indonesia dari Tim Mission Indonesia 2024, yang dibentuk atas kerja sama BRIN, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, serta organisasi nirlaba OceanX.
"Seluruh data survei aman dan data atau sampel diserahkan ke BRIN sehingga semua informasi adalah milik Indonesia," kata Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN Nugroho Dwi Hananto melalui keterangan di Jakarta, Jumat.
Pemerintah Indonesia, jelas Nugroho, akan menggunakan data dan temuan penelitian dari misi ini untuk mendesain penempatan area konservasi laut, pengelolaan perikanan, dan mitigasi bencana alam yang lebih baik tentang gempa bumi dan tsunami di Sumatera.
Hasil dari misi penelitian ini, lanjutnya, akan mendukung tujuan dan komitmen Indonesia terhadap Visi Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2045, yakni penciptaan kawasan konservasi laut di 30 persen wilayah perairan Indonesia, perikanan berbasis kuota, mendukung keselarasan Indonesia dengan Dekade Ilmu Pengetahuan Kelautan atau Ocean Decade PBB, dan memahami perbaikan kondisi laut.
"Geosains dan informasi yang diperoleh akan digunakan dalam mitigasi, adaptasi, pemantauan, dan pengawasan iklim," tambahnya.
Adapun empat topik penelitian utama dalam misi ini, ungkap Nugroho, yaitu geologi kelautan, oseanografi, keanekaragaman hayati dan perikanan, serta ekologi mamalia laut.
"Misi ini juga akan menjadi peluang peningkatan kapasitas peneliti Indonesia untuk mempelajari metode penelitian baru dan mengembangkan kolaborasi lintas institusi," ujarnya.
Baca juga: Conducting periodic review of 7 biosphere reserves: BRIN
Baca juga: Kepulauan Sunda Kecil mengalami suhu udara dingin saat malam hingga pagi
Dia mengatakan sebagian besar atau hampir seluruh proses ilmiah pada sampel-sampel yang diakuisisi di lapangan dapat dilakukan di dalam negeri, dengan kemampuan dalam negeri.
"Tentunya, kolaborasi dengan periset asing bisa menambah wawasan dan khasanah periset Indonesia tentang perkembangan ilmu pengetahuan yang mutakhir," tuturnya.
Nugroho berharap para periset Indonesia, baik dari perguruan tinggi maupun BRIN dapat memanfaatkan semua fasilitas yang ada agar menghasilkan karya ilmiah unggul di tingkat global, agar mereka bisa membuktikan bahwa peneliti Indonesia juga merupakan peneliti yang andal.
"Seluruh data survei aman dan data atau sampel diserahkan ke BRIN sehingga semua informasi adalah milik Indonesia," kata Direktur Pengelolaan Armada Kapal Riset BRIN Nugroho Dwi Hananto melalui keterangan di Jakarta, Jumat.
Pemerintah Indonesia, jelas Nugroho, akan menggunakan data dan temuan penelitian dari misi ini untuk mendesain penempatan area konservasi laut, pengelolaan perikanan, dan mitigasi bencana alam yang lebih baik tentang gempa bumi dan tsunami di Sumatera.
Hasil dari misi penelitian ini, lanjutnya, akan mendukung tujuan dan komitmen Indonesia terhadap Visi Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2045, yakni penciptaan kawasan konservasi laut di 30 persen wilayah perairan Indonesia, perikanan berbasis kuota, mendukung keselarasan Indonesia dengan Dekade Ilmu Pengetahuan Kelautan atau Ocean Decade PBB, dan memahami perbaikan kondisi laut.
"Geosains dan informasi yang diperoleh akan digunakan dalam mitigasi, adaptasi, pemantauan, dan pengawasan iklim," tambahnya.
Adapun empat topik penelitian utama dalam misi ini, ungkap Nugroho, yaitu geologi kelautan, oseanografi, keanekaragaman hayati dan perikanan, serta ekologi mamalia laut.
"Misi ini juga akan menjadi peluang peningkatan kapasitas peneliti Indonesia untuk mempelajari metode penelitian baru dan mengembangkan kolaborasi lintas institusi," ujarnya.
Baca juga: Conducting periodic review of 7 biosphere reserves: BRIN
Baca juga: Kepulauan Sunda Kecil mengalami suhu udara dingin saat malam hingga pagi
Dia mengatakan sebagian besar atau hampir seluruh proses ilmiah pada sampel-sampel yang diakuisisi di lapangan dapat dilakukan di dalam negeri, dengan kemampuan dalam negeri.
"Tentunya, kolaborasi dengan periset asing bisa menambah wawasan dan khasanah periset Indonesia tentang perkembangan ilmu pengetahuan yang mutakhir," tuturnya.
Nugroho berharap para periset Indonesia, baik dari perguruan tinggi maupun BRIN dapat memanfaatkan semua fasilitas yang ada agar menghasilkan karya ilmiah unggul di tingkat global, agar mereka bisa membuktikan bahwa peneliti Indonesia juga merupakan peneliti yang andal.
Pewarta : Sean Filo Muhamad
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
STKIP Tamsis Bima perketat hibah, Riset Dosen wajib tembus sinta dan scopus
06 February 2026 14:40 WIB
Manfaatkan AI, UMMAT perkuat daya saing dosen di jurnal Internasional bereputasi
29 January 2026 19:00 WIB
Indonesia memperkuat riset upayakan vaksin novel TBC tersedia pada 2028-2029
18 December 2025 15:17 WIB
Ilmuwan: Temuan bayi hiu paus di Teluk Saleh menandai kemajuan dunia riset
16 December 2025 12:33 WIB