Sungai Konaweha potensial dikembangkan jadi olahraga arung jeram berbasis wisata
Senin, 31 Desember 2018 13:44 WIB
(1)
Mataram (Antaranews NTB) - Aliran air di hulu Sungai Konaweha, Kabupaten Konawe, Provinsi Sulawesi Tenggara potensial untuk dikembangkan sebagai arena olahraga arung jeram (rafting) berbasis wisata, kata pelaku industri pariwisata daerah itu.
Pelaku industri wisata Eko Wahyudono, di Kendari, Senin, mengatakan aliran air Sungai Konaweha yang masih alami diminati wisatawan arung jeram Eropa.
"Wisatawan Eropa sudah pernah mengamati dan mencoba aliran hulu Sungai Konaweha yang memikat bagi olahraga arung jeram," kata Eko.
Namun, diakuinya bahwa kunjungan wisatawan arung jeram tidak berkelanjutan karena promosi yang tidak masif sehingga membawa persepsi tidak serius mengurus wisata.
Selain itu, sarana pendukung berupa vila, sarana transportasi khusus wisatawan belum tersedia karena belum ditangani pelaku usaha sektor wisata atau investor.
"Para kepala daerah diharapkan konsisten mempromosikan obyek wisata karena di masa mendatang dapat menjadi ladang pendapatan daerah," katanya.
Anggota komunitas wisata di Kendari, Masdar Arif (39) mengatakan potensi wisata di Sultra melimpah, baik di darat maupun di laut, namun dari sisi pemasaran belum dilakukan secara maksimal.
"Warga membuka diri untuk pengembangan wisata karena membuka lapangan kerja dan membuka peluang pendapatan," kata Masdar.
Selain promosi potensi wisata, kata dia, juga ketersediaan hotel dan sarana transportasi harus menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pelaku industri wisata Eko Wahyudono, di Kendari, Senin, mengatakan aliran air Sungai Konaweha yang masih alami diminati wisatawan arung jeram Eropa.
"Wisatawan Eropa sudah pernah mengamati dan mencoba aliran hulu Sungai Konaweha yang memikat bagi olahraga arung jeram," kata Eko.
Namun, diakuinya bahwa kunjungan wisatawan arung jeram tidak berkelanjutan karena promosi yang tidak masif sehingga membawa persepsi tidak serius mengurus wisata.
Selain itu, sarana pendukung berupa vila, sarana transportasi khusus wisatawan belum tersedia karena belum ditangani pelaku usaha sektor wisata atau investor.
"Para kepala daerah diharapkan konsisten mempromosikan obyek wisata karena di masa mendatang dapat menjadi ladang pendapatan daerah," katanya.
Anggota komunitas wisata di Kendari, Masdar Arif (39) mengatakan potensi wisata di Sultra melimpah, baik di darat maupun di laut, namun dari sisi pemasaran belum dilakukan secara maksimal.
"Warga membuka diri untuk pengembangan wisata karena membuka lapangan kerja dan membuka peluang pendapatan," kata Masdar.
Selain promosi potensi wisata, kata dia, juga ketersediaan hotel dan sarana transportasi harus menjadi perhatian pemerintah daerah.
Pewarta : -
Editor : Riza Fahriza
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Jabar dinobatkan jadi juara umum usai raih delapan emas arung jeram
20 September 2024 3:13 WIB, 2024
Dispar latih pemandu arung jeram kembangkan desa wisata di Lombok Barat
01 July 2024 14:49 WIB, 2024
Atlet arung jeram PON Sumatera Utara membutuhkan tambahan peralatan
27 December 2023 17:12 WIB, 2023
Terpopuler - Budaya & Pariwisata
Lihat Juga
Figur publik Atta Halilintar cerita jadi produser film animasi Garuda di Dadaku
08 April 2026 5:34 WIB