Jakarta (ANTARA) - PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) selama semester pertama 2025 membukukan laba bersih 29,3 juta dolar AS atau naik 30 persen dari 22,5 juta dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Laba usaha perusahaan selama kurun itu tercatat Rp48,9 juta dolar AS, dengan laba per saham Rp29,2. Dalam penyampaian Laporan Kinerja Kuartal II 2025 secara virtual di Jakarta, Rabu, Direktur Utama Samudera Indonesia Bani Maulana Mulia menyampaikan pendapatan perusahaan selama enam bulan pertama tahun 2025 mencapai 379,1 juta dolar AS, tumbuh 17 persen dibandingkan semester I 2024 yang sebesar 323,9 juta dolar AS.
Kinerja positif perusahaan juga tercermin pada perolehan pendapatan sebelum bunga, pajak, dan amortisasi (EBITDA) yang naik 27 persen menjadi 96,3 juta dolar AS dari sebelumnya 75,8 juta dolar AS.
Bani mengatakan bahwa kondisi keuangan perusahaan kokoh. Posisi kas dan setara kas meningkat 11 persen menjadi 368,3 juta dolar AS dari 333,2 juta dolar AS pada akhir 2024.
Baca juga: Pelni: Layanan logistik tetap maksimal
"Jadi, kita punya posisi kas yang sangat kuat, dan aset lancar yang dicatatkan perusahaan di akhir semester I 2025 mencapai 635,7 juta dolar AS," katanya.
Sementara itu, utang jangka pendek perusahaan tercatat 39,5 juta dolar AS dan utang jangka panjangnya 194,1 juta dolar AS.Total aset Samudera Indonesia per akhir semester I 2025 mencapai 1,32 miliar dolar AS, tumbuh 3 persen dibandingkan akhir tahun lalu yang sebesar 1,29 miliar dolar AS.
Baca juga: Logistik GT World Challenge Asia 2025 dari Mandalika dikirim ke Thailand
"Pencapaian kinerja selama enam bulan pertama di tahun 2025 ini membuat kami sangat bersyukur, membuat kami semakin optimis bahwa di tahun 2025 ini meskipun juga banyak tantangan namun kami percaya banyak peluang bagi perusahaan untuk bisa mencapai hasil yang baik," kata Bani.