Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar mengatakan pesantren turut berperan sebagai lembaga pendidikan yang mengajarkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pemberdayaan masyarakat.

"Keterikatan pesantren bukan hanya terhadap pendidikan, tapi juga punya pengaruh besar dalam membangun peradaban, dalam artian pemberdayaan," kata Menko Muhaimin Iskandar dalam keterangan di Jakarta, Rabu.

Hal itu dikatakannya saat menghadiri kegiatan "Kick Off Pesantren Inklusif Berdaya" di Semarang, Jawa Tengah.

Muhaimin mengatakan peran besar pesantren dalam pemberdayaan masyarakat juga telah dibuktikan lewat lahirnya para santri yang memiliki peran signifikan di masyarakat.

"Pesantren bukan saja melahirkan alumni yang berilmu, tetapi juga komunitas-komunitas masyarakat yang tumbuh secara modern. Sejak sebelum kemerdekaan hingga hari ini, peran itu nyata dan menjadi kekuatan bangsa," kata dia.

Baca juga: Menko PM sebut video AI soal narasi negatif tak mempan

Oleh karena itu, ia menilai sejarah dan dampak pesantren terhadap pemberdayaan masyarakat ini yang menjadikan lembaga tersebut sebagai pilar penting dalam pembangunan nasional.

"Menyadari hal itu, pemerintah meletakkan pesantren sebagai kekuatan strategis bagi proses panjang membangun ketangguhan bangsa. Pesantren bukan hanya tempat menanamkan nilai-nilai etika dan peradaban, tetapi juga menjadi agen perubahan itu sendiri," katanya.

Baca juga: GP Ansor NTB tegaskan pesantren bukan objek sensasi

Ia menambahkan pembangunan yang dilakukan oleh pesantren dilakukan dengan dua pendekatan, yakni pendidikan dan pemberdayaan.

"Pendidikan bisa memutus mata rantai kemiskinan dan menjadi solusi berbagai tantangan pembangunan kita. Sementara pemberdayaan menjadi jalan agar masyarakat memiliki daya tahan dan kemandirian. Melalui dua aspek ini, pesantren akan berperan aktif mengatasi berbagai persoalan bangsa," tutur dia.


Pewarta : Anita Permata Dewi
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026