Solo (ANTARA) - Pelatih tim boccia Indonesia Andrian menyebut bahwa meraih minimal dua emas merupakan target paling realistis yang bisa dicapai, dalam ASEAN Para Games Thailand 2025, pada 20-26 Januari.
Dia menjelaskan, target tersebut masih memungkinkan dicapai, mengingat persaingan di ajang regional se-Asia Tenggara itu terbilang ketat, terutama dari tuan rumah Thailand yang menurunkan kekuatan penuh.
"Kami menargetkan minimal dua emas dari 11 nomor yang diikuti dan target itu diproyeksikan untuk nomor individual BC1 putra dan individual BC2 putri," kata Andrian usai di Solo, Selasa (13/1).
Lebih lanjut dia menjelaskan, Indonesia menurunkan total 11 atlet yang terdiri atas enam putra dan lima putri.
Mereka akan bertanding di nomor individu BC1 hingga BC4 untuk putra dan putri, ganda campuran BC3 dan BC4, serta nomor tim BC1/BC2.
Menurut Andrian, ASEAN Para Games merupakan level persaingan terberat bagi cabang olahraga boccia di kawasan tersebut.
Selain Thailand, negara-negara peserta lainnya juga terus menunjukkan peningkatan kualitas atlet dan strategi permainan.
Persiapan tim telah dilakukan secara intensif selama lebih dari dua bulan terakhir, dengan fokus utama pada peningkatan kemampuan bertanding.
Program latihan intens rampung pada pekan lalu dan dilanjutkan dengan simulasi pertandingan melalui scoring mini event.
"Melalui mini event ini, kami bisa melihat sejauh mana kesiapan atlet sebelum bertanding, baik dari sisi teknik, konsistensi permainan, maupun mental bertanding," ujar dia.
Menjelang keberangkatan ke Thailand, tambah dia, tim pelatih kini lebih menekankan penguatan mental dan motivasi atlet agar tetap fokus menghadapi tekanan pertandingan.
Dari sisi komposisi usia, tim boccia Indonesia dihuni atlet lintas generasi.
Pelatih itu mengatakan, atlet termuda adalah Intan Cahaya Putri yang berusia 15 tahun dan sebelumnya tampil di kejuaraan internasional di Dubai, Uni Emirat Arab. Intan akan tampil dalam nomor individual BC2 putri.
Sementara itu, atlet paling senior adalah Faris Sugiarta yang berusia 33 tahun, disusul Felix Adi Yudha dan Fendy Kurnia Pamungkas yang masing-masing berusia 32 tahun. Felix juga dipercaya sebagai kapten tim boccia Indonesia pada ajang tersebut.
Berikut daftar nama tim boccia Indonesia untuk ASEAN Para Games (APG) Thailand 2025, pada 20-26 Januari.
Putra
2. Fendy Kurnia Pamungkas
3. Felix Ardi Yudha
4. Muhamad Afrizal Syafa
5. Muhammad Bintang Satria Herlangga
6. Trimo Coba Kuat
Putri
2. Handayani
3. Intan Cahaya Putri
4. Slamet Mulyati
5. Suci Kirana Dewi
Baca juga: Nasihat orang tua menjadi booster semangat bagi Siti Aisyah di APG
1. Faris Sugiarta
Umur: 33 tahun
Nomor pertandingan: Pair BC4 dan individual BC4 putra
Asal: Jawa Tengah
Umur: 32 tahun
Nomor pertandingan: Pair BC3 dan individual BC3 putra
Asal: DK Jakarta
Umur: 32 tahun
Nomor pertandingan: Tim BC1/BC2 dan individual BC2 putra
Asal: Jawa Tengah
Umur: 22 tahun
Nomor pertandingan: Tim BC1/BC2 dan individual BC1 putra
Asal: Jawa Tengah
Umur: 23 tahun
Nomor pertandingan: Individual BC2 putra
Asal: Jawa Tengah
Umur: 28 tahun
Nomor pertandingan: Individual BC3 Putra
Asal: DK Jakarta
1. Gischa Zayana
Umur: 20 tahun
Nomor pertandingan: Tim BC1/BC2 dan Individual BC2 Putri
Asal: Jawa Tengah
Umur: 29 tahun
Nomor pertandingan: Individual BC1 putri
Asal: Banten
Umur: 15 tahun
Nomor pertandingan: Individual BC2 putri
Asal: Jawa Tengah
Umur: 25 tahun
Nomor pertandingan: Pair BC4 dan individual BC4 putri
Asal: DK Jakarta
Umur: 29 tahun
Nomor pertandingan: Pair BC3 dan individual BC3 putri
Asal: Jawa Tengah
Baca juga: Angkat berat menjadikan APG 2025 sasaran antara Asian Para Games
Baca juga: Tim Indonesia tampil sebagai juara umum Para catur APG