Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia mengalokasikan 5.750 kuota beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada 2026 untuk menggenjot kualitas sumber daya manusia melalui perluasan akses pendidikan.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dalam paparannya di forum dialog Presiden RI dan akademisi di Istana Negara, Kamis, menyampaikan, langkah ini diambil guna memastikan generasi muda mampu bersaing di kancah global melalui dukungan finansial negara.

"Untuk tahun ini, pemerintah telah menyiapkan kuota sebanyak 5.750 beasiswa LPDP untuk tahun anggaran 2026," ujarnya.

Brian menjelaskan bahwa setiap tahunnya Indonesia mencetak sekitar 1,7 juta lulusan dari berbagai bidang strategis, mulai dari sains dan teknologi hingga ilmu sosial.

Baca juga: Presiden Prabowo meminta jumlah SDM hingga beasiswa LPDP sesuai dengan industri

Menurutnya, potensi besar ini harus dikelola dengan serius agar menjadi modal utama daya saing bangsa.

"Kami ingin memastikan negara hadir dalam setiap langkah anak bangsa yang ingin maju. Program LPDP secara konsisten terus melahirkan talenta unggul. Untuk tahun ini, kami menargetkan 5.750 penerima beasiswa baru," ujar Brian.

Rincian kuota tersebut mencakup 1.000 kursi untuk beasiswa Garuda (S1), 4.000 kursi untuk jenjang S2 dan S3, serta 750 kursi khusus bagi doktor spesialis.

Baca juga: Peluang terbuka! LPDP dukung anak muda Lombok Utara raih beasiswa tinggi

Brian menekankan bahwa fokus pemberian beasiswa S2 dan S3 kali ini akan lebih spesifik.

"Program S2 dan S3 akan diselaraskan dengan target pertumbuhan industri yang dicanangkan Bapak Presiden dalam Asta Cita. Kita butuh tenaga ahli yang sesuai dengan arah pembangunan nasional," katanya.

Selain LPDP, pemerintah juga terus memperkuat program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Saat ini, terdapat lebih dari 1,1 juta mahasiswa aktif yang biaya hidup dan SPP-nya ditanggung sepenuhnya oleh negara dengan total anggaran mencapai Rp16 triliun per tahun.

Dengan penguatan ini, diharapkan tidak ada lagi anak bangsa yang terkendala biaya untuk mengenyam pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

Baca juga: Kemenpora berkolaborasi LPDP luncurkan beasiswa keolahragaan
Baca juga: Kemenkeu sosialisasi beasiswa LPDP di Lombok Utara
Baca juga: Kementrans-LPDP fokus tugas dalam program Transmigrasi Patriot
Baca juga: Berikut daftar perguruan tinggi dunia untuk beasiswa LPDP 2025
Baca juga: Beasiswa LPDP 2025 tahap 1 dibuka 17 Januari 2025, berikut cara daftarnya


Pewarta : Andi Firdaus
Editor : Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026