Simaninggir (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama PT Hutama Karya (HK) memperbaiki 125 titik jalan terban atau longsor di Jalan Lintas Sumatera yang menghubungkan Tapanuli Utara dengan Tapanuli Tengah serta Kotamadya Sibolga.

“Kami melakukan pengerjaan 125 titik terban yang tersebar dari Kecamatan Tarutung, Tapanuli Utara hingga Kotamadya Sibolga sepanjang 60 kilometer (km),” kata Project Manajer PT Hutama Karya Mikael Turnip di Simaninggir, Sabtu.

Menurut dia, pengerjaan ini terbagi di dua ruas jalan dari Kecamatan Tarutung hingga Desa Simaninggir, Kecamatan Sitahuis terdapat 107 titik jalan terban. Sementara dari Desa Simaninggir sampai ke Sibolga, ada 15 titik jalan yang terban yang akan dilakukan perbaikan.

Menurut dia, saat ini dilakukan pembersihan longsor, pemadatan serta membangun dinding penahan tanah dengan proteksi beton. Selain itu,  pihaknya juga mengerjakan perbaikan drainase di titik tersebut sehingga mata air dialirkan ke satu lokasi agar tidak menggerus tebing.

Ia mengatakan pekerja terus bekerja setiap harinya dan tidak ada hari libur. Selain itu, meski kondisi hujan, aktivitas pekerjaan terus berjalan sesuai dengan standar operasi keselamatan. Pihaknya juga menyiagakan alat berat yang selalu sedia selama 24 jam untuk melakukan perbaikan jalan ini.

“Kami mengerahkan sejumlah alat berat dari berbagai fungsi untuk menyelesaikan pengerjaan perbaikan ini,” kata dia.

Baca juga: DPRD NTB serukan banjir dan longsor di Sumatra jadi bencana nasional

Sebelumnya Kementerian PU dan HK juga mengebut perbaikan jalur lintas Sumatera di Desa Simaninggir, Kecamatan Situhuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara yang putus akibat terdampak bencana longsor.

“Kami terus bekerja setiap hari untuk menyelesaikan pengerjaan ini. Saat ini jalur ini sudah dapat dilalui warga lokal menggunakan roda dua,” katanya.

Sebelumnya, pemerintah memperkirakan total anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir di Sumatera sekitar Rp50 triliun lebih, untuk seluruh kebutuhan pemulihan, termasuk infrastruktur seperti jalan dan fasilitas umum lainnya. 

Baca juga: UMKM, perdagangan lokal paling terdampak bencana di Sumatera

Sementara itu, ekonom memperkirakan bahwa biaya rekonstruksi pascabanjir di Sumatera berkisar antara Rp50 triliun hingga Rp70 triliun untuk tiga provinsi terdampak yakni Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum menyebut, jalan nasional yang terdampak bencana sudah kembali tersambung dan kini masuk tahap rekonstruksi permanen di sejumlah daerah.  Semua ruas jalan dan jembatan nasional yang sebelumnya terputus kini dapat dilalui, meskipun banyak masih dalam perbaikan lanjutan, terutama di wilayah kecamatan dan desa. 

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara juga telah mengalokasikan sekitar Rp430 miliar untuk upaya pemulihan pascabanjir (tidak hanya jalan, tetapi seluruh kebutuhan pascabencana). 


Pewarta : Mario Sofia Nasution
Editor : I Komang Suparta
Copyright © ANTARA 2026