Jakarta (ANTARA) - Para inovator yang memenangkan ajang kompetisi BTN Housingpreneur 2025 siap mendukung program perumahan melalui inovasi unik yang mereka ciptakan dan diharapkan dapat terealisasikan.

 

Ali Sulas Hidayat, salah satu pemenang dari kalangan mahasiswa, menyampaikan harapannya untuk bisa berkolaborasi dengan pelaku industri perumahan agar mereka tidak salah memutuskan ketika membangun perumahan.

“Sebab ketika banjir menjadi masalah, uang yang sudah diinvestasikan bisa tenggelam dan proyeknya menganggur, reputasi juga bisa menjadi jelek dan konsumen juga rugi banyak,” kata Ali sebagaimana dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Ali bersama timnya dari Palembang mengikuti lomba Business Ideation untuk kategori Housing Related Innovation.

Inovasi yang bernama GeofloodAI merupakan aplikasi berbasis machine learning yang dapat menganalisis risiko banjir di suatu wilayah sehingga keputusan untuk membangun ataupun membeli properti dapat dilakukan dengan lebih cerdas dan aman.

Ali menjelaskan inovasi ini menyelesaikan masalah yang sering terlewat di sektor properti, terutama untuk konsumen ritel dan developer.

“Untuk konsumen ritel, biasanya sulit menentukan apakah lokasi perumahan untuk rumah yang akan mereka beli itu banjir atau tidak. Jadi biasanya kita hanya bisa tanya kanan-kiri, cek berita, tapi informasi yang didapat belum tentu valid juga,” kata dia.

Awalnya, ide aplikasi ini merupakan tesis S2 yang dikembangkan oleh Ali. Ia kemudian melakukan uji coba di lapangan melalui user testing terhadap sekitar 50 pengguna aplikasi yang ingin mengetahui apakah wilayah tertentu rawan banjir atau tidak.

Tim GeofloodAI membangun analytics tool untuk mendeteksi banjir dengan menggunakan modeling secara matematis dan riset berdasarkan jurnal saintifik.

Dengan bantuan machine learning, Ali dan timnya melakukan crowdsourcing data yang dikalkulasikan dari berbagai sumber, baik data hidrologi maupun data geospasial.

Baca juga: BTN Housingpreneur 2025 lahirkan inovator muda

“Jadi ketika user membuka aplikasi, user dapat melakukan tag lokasi untuk mengetahui apakah wilayah tersebut rawan banjir atau tidak, dan akan muncul scoring-nya,” jelas Ali.

Inovator muda yang berpartisipasi di BTN Housingpreneur 2025 bukan hanya berasal dari kalangan mahasiswa, tetapi juga masyarakat umum yang memiliki usaha yang mendukung sektor perumahan.

Sebagai contoh, Zamzam Multazam dari PT Inovasi Tangguh Bencana yang memiliki produk coating bernama Proteka untuk menurunkan risiko kerusakan pada bangunan akibat gempa bumi.

“Kami mencoba menghadirkan produk yang mudah diaplikasikan, bentuknya coating seperti cat biasa. Kalau kita aplikasikan ke dinding, itu bisa meningkatkan kapasitas meredam gempanya,” ujar Zamzam.

Baca juga: BTN berharap pertumbuhan rumah subsidi lebih dari 10 persen

Zamzam berharap, melalui BTN Housingpreneur, inovasinya dapat menjadi solusi retrofitting atau perkuatan bangunan bagi para pelaku bisnis perumahan di Indonesia yang notabene berada di Ring of Fire yang rawan bencana gempa bumi.

Untuk diketahui, PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) telah menyelenggarakan kompetisi BTN Housingpreneur 2025 yang dimulai pada 25 Oktober 2025 dan diakhiri pada 31 Januari 2026 melalui gelaran BTN Expo 2026 di Jakarta.

Hasil BTN Housingpreneur 2025 dinilai menggembirakan. Program ini mencatat 1.170 submission dan melahirkan 57 inovator yang kreatif, visioner dan solutif.

Mayoritas peserta merupakan startup anak muda dengan ide-ide segar, terutama terkait pemanfaatan teknologi di sektor perumahan.

"Dari awal masuk ke area pameran BTN Expo ini, kita sudah melihat banyak inovasi. Mulai muncul teknologi-teknologi yang akan dipakai di perumahan. Startup-startup ini memang perlu kita beri ruang agar bisa dilihat masyarakat secara luas, sehingga banyak hal bisa menjadi lebih efektif dan efisien,” kata Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu.