Thomas bisa ikuti Tour de France, meski kecelakaan
(FILES) In this file photo taken on July 24, 2018 Great Britain's Geraint Thomas (R), wearing the overall leader's yellow jersey, looks on after cleaning his stinging eyes, after tear gas was used during a farmers' protest who attempted to block the stage's route, during the 16th stage of the 105th edition of the Tour de France cycling race, between Carcassonne and Bagneres-de-Luchon, southwestern France; - Geraint Thomas of team Ineos fell heavily today on June 18, 2019 during the Tour de Suisse (Tour of Switzerland) cycling race near Lausanne. Thomas came down heavily in the peloton's high-pace pursuit of an escape, and was still sitting ashen-faced on the tarmac five minutes later with doctors gingerly examining his shoulder. (Photo by Marco BERTORELLO / AFP) (AFP/MARCO BERTORELLO)
"Thomas langsung dibawa ke rumah sakit setelah mengalami lecet pada pundaknya dan codetan di atas mata kanannya akibat kecelakaan, tapi syukurlah atlet berusia 33 tahun itu tidak mengalami cedera berkepanjangan," kata tim asal Inggris itu.
Meskipun kecelakaan itu menjadi kemunduran untuk persiapan tim asal Inggris ini dalam menghadapi Tour de France, Thomas optimistis setelah Ineos memastikan keikutsertaan dia pada Tour de France.
"Sudah jelas kecelakaan ini membuat frustrasi dan kemunduran kecil pada persiapan Tour de France saya, tetapi masih ada waktu sebelum mengawali di Brussels dalam beberapa pekan ke depan," kata Thomas.
Baca juga: Juara Tour de France ambruk di balapan Swiss
"Kami akan mengkalibrasi kembali dan saya yakin pelatih saya Tim (Kerrison) memiliki rencana yang memastikan saya siap untuk 6 Juli."
Ineos sudah tanpa diperkuat juara empat kali Tour de France, Chris Froome, untuk balapan yang berlangsung dari 6 sampai 27 Juli itu setelah Froome terpaksa dioperasi karena kecelakaan fatal di Criterium du Dauphine.
Thomas mengalami kecelakaan pada babak empat Tour de Suisse kemarin sehingga harus menghentikan kiprahnya pada balapan itu.
Pewarta : Antara
Editor :
Copyright © ANTARA 2026