Chiellini sebut penghargaan Ballon d'Or dirampok dari Ronaldo
Selasa, 3 Desember 2019 9:19 WIB
Bek Juventus Giorgio Chiellini (kiri) memberikan ucapan selamat kepada penyerang Juventus Cristiano Ronaldo pada acara upacara penghargaan Gran Gala del Calcio, Milan, Senin (2/12/2019). (ANTARA/AFP/MIGUEL MEDINA)
Jakarta (ANTARA) - Bek Juventus Giorgio Chiellini menyatakan penghargaan Ballon d'Or telah dirampok dari rekan setimnya Cristiano Ronaldo, saat menghadiri acara Gran gala del Calcio, Selasa dini hari WIB.
Pada 2018 Ballon d'Or menjadi milik gelandang Real Madrid dan Kroasia Luka Modric, sedangkan tahun ini penghargaan individual prestisius tersebut jatuh kepada bintang Barcelona Lionel Messi.
"(Penghargaan) Ballon d'Or Ronaldo benar-benar dirampok pada musim lalu, ketika Real Madrid memutuskan untuk memastikan ia tidak dapat memenanginya dan itu benar-benar aneh," kata Chiellini seperti dilansir Sky Sport Italia.
"Musim ini lebih seimbang. Dengan segala hormat, Modric bahkan tidak mendapatkannya saat ia menjalankan musim terbaiknya. Itu sinyal dari Real Madrid, bahwa mereka ingin menghentikan Ronaldo memenanginya (Ballon d'Or)," tambah pemilik nomor punggung 3 tersebut.
Menurut Chiellini, Modric pada musim lalu dapat dianggap layak memenangi Ballon d'Or karena sang pemain berkontribusi maksimal membawa Real menjuarai Liga Champions.
Namun dengan logika serupa, bagi Chiellini, penghargaan Ballon d'Or tahun ini semestinya jatuh kepada kandidat lain yakni Virgil van Dijk.
Begitu pula penghargaan tahun lalu yang menurutnya lebih pantas diberikan kepada Antoine Griezmann, Paul Pogba, atau Kylian Mbappe yang telah tampil luar biasa untuk membawa Prancis menjuarai Piala Dunia.
Ronaldo memenangi lima Ballon d'Or secara berturut-turut, sedangkan Messi kali ini telah memenangi penghargaan itu untuk keenam kalinya.
Namun Ronaldo mendapatkan pelipur lara dengan dianugerahi penghargaan Pemain Terbaik Liga Italia, yang upacara penghargaannya dilakukan pada hari yang sama dengan upacara penobatan Ballon d'Or.
Pada 2018 Ballon d'Or menjadi milik gelandang Real Madrid dan Kroasia Luka Modric, sedangkan tahun ini penghargaan individual prestisius tersebut jatuh kepada bintang Barcelona Lionel Messi.
"(Penghargaan) Ballon d'Or Ronaldo benar-benar dirampok pada musim lalu, ketika Real Madrid memutuskan untuk memastikan ia tidak dapat memenanginya dan itu benar-benar aneh," kata Chiellini seperti dilansir Sky Sport Italia.
"Musim ini lebih seimbang. Dengan segala hormat, Modric bahkan tidak mendapatkannya saat ia menjalankan musim terbaiknya. Itu sinyal dari Real Madrid, bahwa mereka ingin menghentikan Ronaldo memenanginya (Ballon d'Or)," tambah pemilik nomor punggung 3 tersebut.
Menurut Chiellini, Modric pada musim lalu dapat dianggap layak memenangi Ballon d'Or karena sang pemain berkontribusi maksimal membawa Real menjuarai Liga Champions.
Namun dengan logika serupa, bagi Chiellini, penghargaan Ballon d'Or tahun ini semestinya jatuh kepada kandidat lain yakni Virgil van Dijk.
Begitu pula penghargaan tahun lalu yang menurutnya lebih pantas diberikan kepada Antoine Griezmann, Paul Pogba, atau Kylian Mbappe yang telah tampil luar biasa untuk membawa Prancis menjuarai Piala Dunia.
Ronaldo memenangi lima Ballon d'Or secara berturut-turut, sedangkan Messi kali ini telah memenangi penghargaan itu untuk keenam kalinya.
Namun Ronaldo mendapatkan pelipur lara dengan dianugerahi penghargaan Pemain Terbaik Liga Italia, yang upacara penghargaannya dilakukan pada hari yang sama dengan upacara penobatan Ballon d'Or.
Pewarta : A Rauf Andar Adipati
Editor : Masnun
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Presiden Jokowi sambut tamu undangan WWF jamuan santap malam di GWK Bali
19 May 2024 19:34 WIB, 2024
Pramono Anung minta kader kader PDIP kerja keras demi "hattrick" 2024
27 November 2022 5:06 WIB, 2022
Gara-gara banyak penolakkan, "Gala dinner" Miyabi bersama fans batal digelar
21 May 2022 21:48 WIB, 2022
Tottenham Hotspur menang 3-1 atas Shkendija untuk melaju ke playoff
25 September 2020 7:53 WIB, 2020