Poto Tano sebagai gerbang Sumbawa Barat akan tampil beda

id Poto Tano,Sumbawa Barat,NTB

Poto Tano sebagai gerbang Sumbawa Barat akan tampil beda

Kapal feri dari Sumbawa bersiap untuk berlabuh di pelabuhan Kayangan, Selong, Lombok Timur, NTB, Selasa (26/11/2019). Pada musim sepi (low season) seperti saat ini jumlah armada kapal penyeberangan yang menghubungkan Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur dengan Pelabuhan Poto Tano di Sumbawa Barat yang beroperasi aktif sebanyak 8 kapal dari 22 kapal yang tersedia dengan tarif sekali trip untuk penumpang orang dewasa Rp17 ribu, anak-anak Rp9 ribu, sepeda motor golongan II Rp 55 ribu, sepeda motor golongan III Rp88 ribu dan mobil penumpang Rp465 ribu. ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/nz (ANTARA FOTO/AHMAD SUBAIDI)

Taliwang (ANTARA) - Pemerintah Kecamatan Poto Tano akan memberikan nuansa baru di lawang atau pintu masuk Kabupaten Sumbawa Barat dengan sejumlah penataan.

"Sebagai pintu awal jelas saja tampilannya harus baik dan indah karena akan mencerminkan suatu daerah secara keseluruhan, inilah yang ingin kami rubah sehingga wajah KSB tercermin di Desa Poto Tano, kata Camat Poto Tano, Agusman SPt saat ditemui usai Musyawarah Renacana pembanguan (Musrenbang) di kantor Desa Tambak Sari, kecamatan Poto Tano, Kabupaten Sumbawa Barat, Senin (10/2).

Untuk merealisasikan hal tersebut, tidak bisa dilakukan hanya dari pemerintah saja tetapi masyarakat juga harus mendukung, oleh sebab itu, Daeng Agus, meminta masyarakat desa dan Kecamatan Poto Tano secara keseluruhan dapat mendukung perubahan Poto Tano menjadi lebih baik.

“Kami ingin di Poto Tano dipasang trotoar agar kelihatan bersih dan beberapa icon atau brand yang mempromosikan atau menginformasikan topografi atau destinasi pariwisata bahkan program unggulan KSB," katanya.
 
Selain itu, kebersihan dan fasilitas umum juga harus ditambah dan dilengkapi untuk mendukung destinasi pariwisata seperti pulau Kenawa, Gili Balu yang berada di sekitar Poto Tano, dan spot paralayang Bukit Mantar yang mendunia.

“Jika kita berhasil membuat Poto Tano indah, bersih, rapi, aman, nyaman, dan fasilitas untuk pariwisatanya lengkap serta kesadaran masyarakat untuk bergotong royong membangun desa maka saya yakin inilah wajah KSB," katanya.

Sekretaris Dinas Pariwisata KSB, Dr Zainuddin SH MH sangat mendukung jika Poto Tano dan destinasi Pulau Kenawa yang tergabung dalam Gili Balu dikembangkan.

Pemerintah daerah bahkan telah telah bekerja sama dengan PT Eko Regency Indonesia untuk mengembangkan Gili Balu.
 
"Kita telah bekerjasama dengan PT Eko Regency untuk mengembangkan Gili Balu, walaupun hingga saat ini belum ada pergerakan itu karena masih terkendala izin dan lain-lain yang akan segera diselesaikan," katanya.

Jika terealisasi dan terpenuhi semua persyaratan nanti maka pengembangan Gili Balu akan mendukung pariwisata di Poto Tano yang akan mendongkrak pengunjung dan meningkatkan pergerakan ekonomi masyarakat.

“Jika Gili Balu dikembangkan maka akan mendukung wajah KSB di Poto Tano ini yang mempunyai spot pariwisata yang memukau,” katanya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar