Dua kasus kematian ibu melahirkan di Mataram sejak awal Januari 2020 sampai sekarang

id mataram,kematian,ibu

Dua kasus kematian ibu melahirkan di Mataram sejak awal Januari 2020 sampai sekarang

Kepala Dinas Kesehatan Kota Mataram dr H Usman Hadi. (Foto: ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, mencatat kasus kematian ibu melahirkan sejak Januari 2020 sampai hari ini sebanyak dua kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Jumat, mengatakan dua kasus kematian ibu melahirkan itu terjadi bukan karena terlambat ditangani tetapi karena penyebab lain.

"Satu ibu meninggal saat melahirkan karena infeksi otak, satu lagi disebabkan pendarahan," katanya.

Usman berharap dua kasus kematian ibu melahirkan itu menjadi kasus terakhir di tahun 2020 agar target kematian ibu nol bisa terealisasi secara bertahap.

"Angka kematian ibu melahirkan di Mataram dari tahun ke tahun terus mengalami penurunan, dari 9 kasus pada 2018, menjadi 7 kasus pada 2019. Kita berharap angka itu terus menurun hingga nol," katanya.

Sementara untuk kematian bayi, Usman mengakui, hingga saat ini belum menerima data riil.

Ia mengatakan sebagai upaya antisipasi menekan angka kematian ibu dan bayi, Dinkes aktif melaksanakan program deteksi dini risiko terhadap ibu hamil melalui program kelas ibu hamil di setiap polindes kelurahan. Selain itu, pihaknya juga merurunkan bidan ke lapangan untuk mendampingi ibu hamil serta memeriksa secara rutin sekaligus pemantauan gizi ibu hamil.

Artinya, kata dia, jika ada ibu hamil terindikasi kekurangan energi kronis (KEK), maka ibu hamil akan diberikan pembinaan tentang pemenuhan gizi dan bantuan makanan tambahan hingga kebutuhan gizinya tercukupi.

"KEK bisa menyebabkan kekurangan berat badan bayi lahir sehingga sangat rentan terhadap kasus kematian bayi termasuk juga kelahiran bayi pendek," ujarnya.

Di sisi lain, kata dia, upaya menekan angka kematian ibu dan bayi juga dipengaruhi tingkat partisipasi keluarga berencana (KB), karena jika tidak ada ibu hamil maka tidak ada bayi lahir.

"Ujung tombaknya memang ada di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) agar terus meningkatkan peserta KB baru dan membina peserta KB aktif," katanya.
 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar