Selamatkan anaknya usia 4 tahun tenggelam, seorang ayah tewas

id Selamatkan anaknya usia 4 tahun tenggelam,Ayah,Aceh Utara,Aceh

Selamatkan anaknya usia 4 tahun tenggelam, seorang ayah tewas

Warga bersama petugas kepolisian saat mencari korban tenggelam di Desa Meudang Ara Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara, Sabtu (15/2/2020) (ANTARA/HO)

Mataram (ANTARA) - Seorang ayah bernama Asnawi Bin Jailani (28) ditemukan tewas saat menolong anaknya yang tenggelam di Bendungan Irigasi di Desa Meudang Ara Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara, Sabtu, sekitar pukul 12.00 WIB.

Korban diketahui melompat ke irigasi untuk menyelamatkan anaknya yang jatuh. Irigasi tersebut digunakan sebagai tempat penampungan air untuk persawahan.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ari Lasta Irawan melalui Kapolsek Syamtalira Bayu Iptu Hanafiah mengatakan kejadian tersebut bermula saat korban dan anaknya pergi memancing ke waduk Irigasi.

"Saat sedang memancing anak korban tergelincir dan terjatuh kedalam irigasi yang memiliki kedalaman kurang lebih 2,5 meter," katanya.

Dikatakannya, melihat anaknya terjatuh, korban langsung melompat ke dalam irigasi tersebut untuk menyelamatkan anaknya, namun karena diduga korban tidak bisa berenang, korban ikut tenggelam ke dalam irigasi tersebut.

"Salah seorang warga bernama Ramulah melihat ada dua orang tenggelam di bendungan irigasi dan berteriak meminta tolong,"katanya.

Kemudian kata dia, warga yang mendengar teriakkan minta tolong langsung berhamburan datang ke tempat kejadian dan turun ke irigasi untuk menyelamatkan korban dan anaknya.

"Warga hanya dapat menyelamatkan anak korban bernama Fita (4) dengan kondisi pingsan akibat banyak tertelan air dan sempat dilarikan ke Puskesmas setempat sedangkan korban tidak nampak lagi di permukaan air," kata Hanafiah.

Dikatakannya lagi, sekitar 30 menit berselang, setelah dilakukan pencarian oleh TNI-Polri, Tim SAR dan warga setempat, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa dan langsung di bawa pulang ke rumah duka.

"Setelah melihat kondisi korban pihak keluarga tidak mau membawa korban ke RSU Cut Mutia untuk dilakukan Visum. Pihak keluarga menerima dan tidak menuntut pihak manapun atas kejadian tersebut,"katanya lagi.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar