Stabilkan harga, Pemkot Mataram gelar pasar murah

id pasar,murah,mataram, disdag

Stabilkan harga, Pemkot Mataram gelar pasar murah

Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram H Amran M Amin (dua dari kanan) memantau pelaksanaan pasar rakyat di Keluarahan Tanjung Karang Permai, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. (Foto: ANTARA News/Nirkomalas.ist)

Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, menggelar pasar rakyat atau pasar murah untuk menstabilkan harga beberapa bahan kebutuhan pokok dan penting di daerah ini.

Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram H Amran M Amin melalui Kepala Bidang Pengendalian Barang Pokok dan Penting (Bapokting) setempat Sri Wahyunida di Mataram, Selasa, mengatakan pasar rakyat tersebut akan dilaksanakan selama tiga hari.

"Hari ini, berlangsung di Kelurahan Tanjung Karang Permai, Rabu (19/2) di Kelurahan Pejarakan, dan terakhir Kamis (20/2) di Kelurahan Sandubaya," katanya kepada wartawan.

Antusiasme masyarakat dalam kegiatan pasar rakyat di Kelurahan Tanjung Karang Permai cukup tinggi, terutama untuk beberapa jenis kebutuhan pokok seperti beras, gula, telur dan minyak goreng.

Gula terutama, kata Sri, dalam kegiatan pasar rakyat dijual hanya Rp12.000 per kilogram sementara di stan Asia Baru menjual gula pasir Tambora Rp13.000 per kilogram.

"Dengan harga yang relatif lebih rendah dari harga pasar Rp14.500 per kilogram, stok gula yang dibawa sejumlah peserta pasar rakyat habis dalam waktu singkat," katanya.

Begitu juga dengan minyak goreng yang harganya hanya Rp11.000 per liter, beras medium Rp9.000 per kilogram sedangkan beras jenis premium dijual antara Rp10.000-Rp12.000 per kilogram.

Untuk telur ayam broiler di pasar rakyat dijual sesuai dengan ukurannya, yakni telur besar, sedang dan kecil. Untuk telur besar harganya Rp48.000 per tray (isi 30 butir), telur sedang Rp43.000 per tray dan telur kecil Rp40.000 per tray.

"Harga yang ditawarkan di pasar rakyat memang hampir sama dengan harga di pasar, sebab tujuan kegiatan salah satunya mencari harga netral. Artinya, tidak merugikan distributor tapi masyarakat bisa dapat murah," katanya.

Dikatakan, dalam kegiatan pasar rakyat tersebut, Disdag melibatkan sekitar 30 pengusaha pasar modern serta distributor barang pokok dan penting di kota itu.

Khusus untuk harga gula yang masih tinggi di sejumlah pasar tradisional, Sri tidak menampik hal tersebut. Karena itu, setelah kegiatan pasar murah dilaksanakan pihaknya segera melakukan koordinasi dengan berbagai pihak terkait lainnya.

"Kami ingin tahu persis apa penyebab harga gula belum turun, padahal sudah ada pengiriman pada akhir Januari sekitar 1.000 ton, atau karena pedagang masih menyimpan stok lama sehingga tidak mau rugi," katanya.


 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar