Kekurangan es balok, ratusan ikan tongkol berserakan di Pantai Pariaman

id ikan mati

Kekurangan es balok, ratusan ikan tongkol berserakan di Pantai Pariaman

Bangkai ikan tongkol yang dikumpulkan di Pantai Pariaman, Sumbar, untuk dikuburkan. (ANTARA/HO)

​​​​​​​Pariaman (ANTARA) - Ratusan ikan tongkol yang mati dan berserakan di pesisir Pantai Pariaman, Kota Pariaman, pada Selasa (24/3), disebabkan karena nelayan kekurangan es balok untuk mendinginkan ikan, kata Kepala Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan Kota setempat Dasril

"Kami telah menyelidikinya dan sekaligus memberikan arahan kepada nelayan," katanya di Pariaman, Rabu.

Ia mengatakan peristiwa itu disebabkan karena es balok yang dibawa oleh nelayan bagan tidak mencukupi untuk mendinginkan ikan hasil tangkapan yang saat itu jauh lebih banyak dari perkiraan.

Dengan jumlah ikan tangkap yang banyak, lanjutnya maka es balok tidak mampu mendinginkan ikan yang berada di bagan yang lamanya di laut dua sampai tiga hari.

"Jadi tentu ikan yang busuk tiba di dermaga dibuang," katanya.

Ia menyebutkan setidaknya ikan yang dibuang ke laut tersebut sekitar 300 kilogram sehingga mencemari pantai yang akhirnya warga harus menguburkan ikan-ikan itu agar baunya tidak menyengat.

"Persediaan es balok di Pariaman banyak hanya saja mungkin karena kurang membawa es balok tadi," ujarnya.

Biasanya ikan hasil tangkapan yang berlebih akan diawetkan nelayan setempat.

Ia menyampaikan setelah peristiwa tersebut pihaknya telah memperingatkan nelayan agar tidak lagi membuang ikan hasil tangkapan yang sudah busuk ke laut, namun dikuburkan ke dalam tanah.

Jika tidak dikuburkan akan berdampak pada bau busuk dan mencemari Pantai Pariaman.*
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar