Dishub Mataram menutup akses objek wisata saat Lebaran Topat

id lebaran topat,mataram ,dishub

Dishub Mataram menutup akses objek wisata saat Lebaran Topat

Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram M Saleh. (ANTARA News/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Dinas Perhubungan Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat, akan menutup sejumlah akses menuju objek wisata religi berupa makam yang dikeramatkan dan pantai di Mataram saat perayaan Lebaran Topat yang akan dirayakan pada Ahad, 31 Mei 2020.

"Penutupan akses jalan menuju wisata religi dan pantai tersebut dimaksudkan agar tidak terjadi kerumunan masyarakat yang tidak sesuai dengan protokol Coronavirus Disease 2019 (COVID-19). Selain itu, pemerintah kota juga telah menutup objek wisata tersebut," kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Mataram M Saleh di Mataram, Jumat.

Menurutnya, beberapa akses jalan menuju objek wisata religi yang ditutup adalah di Jalan Dr Soejono Lingkar Selatan, persisnya bagian barat Tugu Mataram Metro, dan pintu masuk di kawasan Meninting Jalan Saleh Sungkar Ampenan, sehingga pengendara dialihkan ke jalur menuju Selese, Lombok Barat.

Penutupan jalur tersebut dilakukan, karena dipastikan warga yang melintasi jalur itu pasti akan melakukan ziarah makam kedua makam keramat yakni Makam Loang Baloq di Kecamatan Sekarbela dan Makam Bintaro di Kecamatan Ampenan, serta objek wisata pantai sepanjang 9 kilometer.

Di sepanjang 9 kilometer tersebut terdapat beberapa objek wisata pantai yakni Pantai Ampenan, Pantai Loang Baloq, Pantai Mapak dan Pantai Gading, yang biasa menjadi pusat keramaian masyarakat merayakan Lebaran Topat setelah melakukan ziarah makam.

"Karena itulah, akses tersebut kami tutup," katanya lagi.

Penutupan akses jalan itu dikecualikan untuk mobil ambulans, mobil petugas kedaruratan, mobil pengisian bahan bakar PLN, serta kendaraan pejabat yang dikawal.

Selain menutup dua akses jalan menuju objek wisata tersebut, Dishub Kota Mataram juga akan menutup akses jalan masuk di persimpangan Sweta dengan mengarahkan pengendara yang datang dari timur ke Jalan Brawijaya bagian selatan dan Jalan Ahmad Yani menuju lingkar utara.

"Untuk di Gerimak yang menjadi pintu masuk kota bagian timur, akan dijaga ketat oleh aparat kepolisian dan meminta kendaraan yang salah penggunaan untuk berputar balik. Misalnya, mobil angkutan barang digunakan untuk menganggut orang," katanya.

Sementara itu kegiatan pemeriksaan di posko tetap dilakukan. Dimana setiap pengendara yang melintas akan diperiksa sesuai protokol COVID-19 dan Undang-Undang Lalulintas.

"Yang tidak menggunakan masker dan helm, kita minta putar balik," katanya.

Titik pemeriksaan yang disiapkan sekitar 13 titik, diantaranya di Jalan Udayana, Jalan Adisucipto, Jalan Bung Hatta dan Jalan Panca Usaha, seperti saat pengamanan Idul Fitri 1441 Hijriah, tetapi jumlah itu bisa bertambah tergantung situasi.*
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar