NTB membentuk tim khusus tangani COVID-19 Mataram dan Lombok Barat

id Virus Corona,COVID-19,NTB,Bentuk Tim Khusus COVID-19,Kota Mataram,Lombok Barat

NTB membentuk tim khusus tangani COVID-19 Mataram dan Lombok Barat

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H Zulkieflimansyah. (ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Barat, H Zulkieflimansyah membentuk tim khusus  penanganan COVID-19 di Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat menyusul kedua wilayah tersebut masih dalam kategori zona merah atau resiko tinggi corona.

"Saya harap tim khusus segera dibentuk. Setiap hari harus ada laporan yang saya terima. Supaya kita bisa segera mempercepat penanganan COVID-19 di dua wilayah tersebut," kata Zulkieflimansyah di Mataram, Kamis.

Ia menyatakan, tim khusus yang dibentuk tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB, TNI, Polri, Pemkot Mataram dan Pemkab Lombok Barat (Lobar). Di mana fokus tugasnya melakukan pemantauan dan pengawasan serta melaporkan progres penangan COVID-19 di kedua wilayah itu setiap hari.

Gubernur NTB menargetkan, dengan terbentuknya tim khusus tersebut pada akhir Juli mendatang, Kota Mataram dan Lombok Barat sudah harus mampu berubah menjadi zona hijau.

"Bagaimana pun caranya Kota Mataram dan Lombok Barat harus jadi zona hijau," ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah mengakui, perkembangan penyebaran COVID-19 kedua wilayah itu menunjukan trend yang mengkhawatirkan. Baik dari jumlah orang yang meninggal maupun orang yang terkonfirmasi positif. Bahkan dari minggu ke minggu menunjukkan kondisi Mataram sedang tidak baik-baik saja. Untuk itu, kata dia, penyebarannya jangan dianggap sederhana.

"Hampir setiap hari ada yang meninggal, bukan hanya meninggal karena penyakit bawaan. Tapi juga tanpa komorbid," ungkap Wagub.

Rohmi menegaskan, penanganan COVID-19 untuk kedua wilayah itu harus betul-betul fokus.Terutama di tempat keramaian seperti pasar, destinasi pariwisata yang mulai dikunjungi maupun di tempat- tempat layanan publik agar benar-benar menerapkan protokol Kesehatan secara disiplin dan ketat.

Menurutnya, sosialisasi dan edukasi perlu terus dikuatkan lagi agar masyarakat benar-benar memahami protokol COVID-19, sehingga kedua daerah segera menjadi zona hijau, yang memungkinkan masyarakat hidup normal dengan protokol kesehatan.

"Peta telah ditentukan, sekarang bagaimana kita menerapkan protokol COVID-19 pada setiap tempat itu. Bersinergi sungguh-sungguh untuk benar benar menjaga, aktivitas-aktivitas kita, termasuk obyek wisata yang telah dibuka," katanya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar