Kaca mobilnya dipecahkan, uang Rp60 juta milik ASN di Kota Mataram raib

id Kaca,Mobil,Pecah

Kaca mobilnya dipecahkan, uang Rp60 juta milik ASN di Kota Mataram raib

Pihak kepolisian melakukan identifikasi kasus keprok kaca mobil di Jalan R. Suprapto, Kota Mataram, NTB, Senin sore (13/7/2020).

Mataram (ANTARA) - Kasus kejahatan pencurian dengan pemberatan dengan modus keprok kaca mobil kembali terjadi di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Azuemi, seorang aparatur sipil negara dari dinas PUPR menjadi korban kejahatan yang terjadi di pinggir Jalan R. Suprapto, Kota Mataram, Senin sore.

Dari pantauan, kaca jendela bagian depan sebelah kanan dari mobil dinasnya yang bermerek Mitsubishi Strada L200 keluaran Tahun 2006, hancur.

Uang senilai Rp60 juta yang disimpan korban di bagian bawah jok depan sebelah kiri, dibawa kabur pelaku menggunakan sepeda motor.

"Pelakunya berdua satu nunggu di motor, satu orang lagi yang eksekusi, jarak mobil sama motornya itu tidak jauh," kata Haerun, seorang saksi yang ditemui di lokasi kejadian, Senin sore.

Kepada wartawan dia mengaku menyaksikan peristiwa keprok kaca mobil tersebut terjadi ketika sedang mengendarai sepeda motornya.

"Awalnya saya tidak kepikiran kalau itu pencurian," ujarnya.

Namun setelah melihat pelaku menghancurkan kaca dengan helm dan masuk setengah badan mengambil barang dari dalam mobil, Haerun kemudian menghentikan laju kendaraannya di lokasi kejadian.

"Tapi keburu kabur, mereka kabur ke arah berlawanan jalur, bapaknya (korban) sempat mengejar, tapi tidak kesampaian," ujarnya.

Begitu juga disampaikan oleh Bayu, penjual nanas yang berada di samping toko buah. Dia mengakui kalau pelaku yang mengambil barang dari dalam mobil sempat membeli nanas padanya.

"Dia beli satu nanas, pakai uang Rp50 ribu, selesai beli, langsung dia jalan menghampiri mobil dan melakukan aksinya," kata Bayu.

Peristiwa yang diceritakan kedua saksi dibenarkan oleh korban, Azuemi. Namun saat ditemui wartawan, pegawai dinas PUPR tersebut enggan berkomentar banyak karena terlihat masih syok dengan kejadian tersebut.

"Itu uang baru saya ambil dari bank di Jalan Langko, itu uang kantor," kata Azuemi.

Kepada wartawan dia mengaku kejadian tersebut berlangsung cepat, ketika dia menawar buah di toko emperan Jalan R. Suprapto, Kota Mataram.

"Pas saya lagi nawar buah, tiba-tiba terdengar suara kaca pecah, dan setelah lihat, itu dari mobil saya," ucapnya.

Dia pun sempat mengejar pelaku yang membawa plastik hitam berisi uang Rp60 juta tersebut. Namun pelaku dikatakan keburu kabur bersama seorang rekannya yang dilihat menunggu diatas kendaraan roda dua.

"Iya mereka kabur ke arah berlawanan jalur," ujar dia.

Lebih lanjut, pihak kepolisian yang menerima informasi ini telah melakukan olah TKP. Dari pantauan, terlihat tim identifikasi turun ke lokasi dan melakukan serangkaian pengumpulan data.

Kasubbag Humas Polresta Mataram Iptu Erny Anggraeni yang ditemui di lokasi kejadian membenarkan bahwa kejadian ini didapatkan dari adanya informasi masyarakat.

"Setelah dapat informasi, kami langsung ke TKP," kata Anggraeni.

Kini pihak kepolisian sudah melakukan olah TKP dan dikatakan data di lapangan akan menjadi bekal penyelidikannya.

"Jadi kasus ini sekarang masuk dalam penanganan kita dengan melakukan olah TKP dan pemeriksaan saksi-saksi yang melihat kejadiannya," ujar dia.

Terkait dengan kasus ini, Anggraeni mengimbau masyarakat untuk tetap waspada. Apalagi ketika membawa uang usai melakukan transaksi di bank.

"Bila perlu minta pengawalan kepolisian, biar mencegah terjadinya aksi seperti ini," ucapnya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar