BPJAMSOSTEK mengawal pemulihan pekerja alami kecacatan akibat kecelakaan

id BPJS Ketenagakerjaan,Kecelakaan Kerja,BPJAMSOSTEK

BPJAMSOSTEK mengawal pemulihan pekerja alami kecacatan akibat kecelakaan

Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Banuspa Deny Yusyulian. (ANTARA/Awaludin)

Mataram (ANTARA) - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan atau BPJAMSOSTEK berkomitmen mengawal proses pemulihan setiap pekerja yang mengalami kecacatan akibat kecelakaan kerja agar tetap memiliki semangat untuk beraktivitas.

"Ini salah satu bentuk kepedulian negara terkait dengan perlindungan kepada seluruh pekerja melalui program Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan," kata Deputi Direktur BPJAMSOSTEK Wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Papua, Deny Yusyulian, di Kabupaten Lombok Tengah, Jumat.

Hal itu ditegaskan Deny ketika mengunjungi Sunardi, salah satu karyawan di PT Indomarco Prismatama (Indomaret), yang mengalami kecelakaan kerja sehingga kaki kirinya harus diamputasi.

Pihaknya juga mengembangkan program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) masuk dalam tahapan "return to work", yaitu mengembalikan pekerja yang mengalami kecacatan ke perusahaannya setelah diberikan pelatihan.

Salah satu contoh yang sudah dilakukan adalah mengawal Sunardi sejak awal mengalami kecelakaan kerja, kemudian mendapat pengobatan, pelatihan sampai diterima kembali bekerja oleh perusahaan.

"Sekarang dia (Sunardi, red.) sudah mendapatkan kaki palsu. Ke depan kami akan melatihnya supaya memiliki pengetahuan baru karena Indomarco sudah mempekerjakannya kembali di bagian administrasi dari sebelum sebagai pekerja lapangan," ujarnya.

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang NTB Adventus Edison Souhuwat mengatakan nilai biaya pengobatan pekerja yang mengalami kecelakaan kerja tidak terbatas.

"Pada prinsipnya segala biaya yang timbul akibat kecelakaan kerja menjadi beban BPJAMSOSTEK sampai dinyatakan sembuh oleh dokter," ucap dia.

Office Manager Indomaret Lombok Purnomo Suhadi menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang baik dari BPJAMSOSTEK sehingga salah seorang karyawannya yang mengalami kecelakaan kerja mendapatkan pelayanan yang maksimal.

Hal senada juga disampaikan Sunardi, yang terdaftar sebagai peserta BPJAMSOSTEK sejak Juli 2015.

"Saya sangat berterima kasih kepada perusahaan yang telah menerima saya bekerja kembali dan BPJAMSOSTEK yang sudah membantu semua biaya pengobatan sampai sekarang ini," tutur pria yang memiliki satu anak itu.

BPJS Ketenagakerjaan Cabang NTB mencatat jumlah kasus kecelakaan kerja terus meningkat. Hal itu dilihat dari jumlah klaim JKK sebanyak 71 kasus pada 2018. Angka tersebut meningkat menjadi 104 kasus pada 2019 dan per 26 Februari 2020 tercatat sebanyak 25 kasus.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar