Dekranasda NTB meningkatkan mutu industri kreatif MotoGP Mandalika

id Dekranasda NTB,NTB,MotoGP,Sirkuit Mandalika,MotoGP Mandalika,Lombok,Industri Kreatif

Dekranasda NTB meningkatkan mutu industri kreatif MotoGP Mandalika

Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah (kiri) bersama Deputi Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya (kanan). (ANTARA/Diskominfotik NTB).

Mataram (ANTARA) - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Nusa Tenggara Barat, terus meningkatkan penguatan mutu industri kreatif yang di produksi UMKM untuk menyambut perhelatan MotoGP Mandalika 2021.

"Kita harus menjadi tuan rumah di daerah kita, tentunya dengan SDA dan SDM yang siap, termasuk produk UMKM kita," kata Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Hj Niken Saptarini Widyawati Zulkieflimansyah dalam keterangan tertulis diterima wartawan di Mataram, Minggu.

Ketua TP PKK NTB ini, mengatakan Dekranasda NTB terus menggenjot pelaku usaha ekonomi kreatif melalui berbagai program pembinaan dan fasilitasi pengrajin sehingga pelaku usaha maupun pengrajin siap hadapi event MotoGP.

"Penguatan tersebut dilakukan mulai dari proses produksi dan peningkatan mutu. Termasuk mengatasi pemasalan produk hingga menfasilitasi akses modal, keterampilan dan pasarnya," ujar Niken.

Menurut dia, Dekranasda terus fokus pada aktivitas dan kegiatan memantik pengembangan daya saing, sehingga produk UMKM terus tampil dan lebih baik. Karena, produk pelaku usaha dan pengrajin NTB seperti tenun, gerabah, aksesories mutiara sudah mendunia.

"Konsistensi ini yang harus terus dijaga dan ditingkatkan," tegasnya.

Niken menyatakan, dari sisi peningkatan kualitas produk dan pengembangannya nilai produk tentunya harus tetap dijaga. Caranya dengan penguatan UMKM, seperti tetap secara rutin dilakukan pembinaan oleh Dekranasda di kabupaten dan kota.

Sama halnya juga dalam meningkatkan dan mempertahankan kualitas dan nilai produk, strateginya adalah terus melakukan pendampingan dengan pelatihan-pelatihan, ikut serta dalam pameran dan secara masif melakukan promosi secara offline maupun digital.

Berbagai pelatihan memanfaatkan teknologi IT juga dilakukan agar pengrajin dan pelaku UMKM memahami cara memasarkan produk dan hasil karyanya. Baik melalui NTB Mall yang disiapkan Pemrov NTB dan media lainnya sehingga secara mandiri mampu memahami dan menjual produknya.

"Mereka secara rutin terus diberikan pelatihan agar terampil memanfaatkan media digital, agar mudah memasarkan produk usahanya," kata bunda Niken.

UMKM dan pelaku usaha juga dapat dapat mengetahui cara mendapatkan sertifikat Indonesia Care, karena pendaftarannya melalui media digital.

"Ini juga untuk memberikan rasa percaya konsumen terhadap produk dan tempat usaha UMKM," terang istri Gubernur NTB Zulkieflimansyah ini.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pesan Presiden Jokowi melalui Gubernur NTB agar UMKM dengan prodak khas daerah tampil dan meramaikan perhelatan tersebut.

"Fokus kami terus membina UMKM dan pengrajin sehingga terampil dan siap hadapi event tersebut," ucap Niken.

Langkah yang dilakukan Dekranasda ini merupakan upaya untuk mendorong pergerakan pariwisata di NTB, yang sempat lesu akibat wabah COVID-19, untuk membangun kepercayaan konsumen datang berwisata dan membeli produk UMKM.

"Harus kita rawat betul KEK Mandalika sebagai salahsatu destinasi super prioritas di Indonesia dalam mendukung event Internasional itu, sehingga geliat ekonomipun berlangsung," katanya saat menjadi pembicara dalam acara FGD mendukung kesiapan Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyambut perhelatan MotoGP 2021 dan Bimbingan Teknis Promosi Destinasi Pariwisata Super Prioritas Mandalika, yang dihelat Kemenparekraf RI.

Sementara itu, Deputi Pemasaran Kemenparekraf, Nia Niscaya, mengatakan menyukseskan perhelatan Internasional MotoGP 2021 juga sangat dibutuhkan persiapan yang matang dari segala sektor. Baik sektor pariwisata, ekonomi kreatif dan lainnya. Kolabotasi dan sinergi seperti ITDC, Assosiasi GP, Dekranasda maupun elemen lembaga lain harus diteruskan dan dibangun.

Menurutnya, persiapan yang utama mempromosikan Mandalika adalah harus membangun kepercayaan. Dengan penerapan protokol kesehatan baik oleh pelaku usaha dan destinasi wisata juga.

"Caranya, terapkan protokol kesehatan dengan baik dan harus memiliki sertifikasi," katanya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar