Lombok Barat, 12/1 (ANTARA) - PT Indonesian Feri ASDP Lembar, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, memberlakukan sistem buka-tutup karena cuaca buruk disertai gelombang tinggi di selat Lombok.
"Jalur penyeberangan pelabuhan Lembar yang menghubungkan Pulau Lombok dengan Pulau Bali, mulai ditutup sejak Rabu, sekitar pukul 01.00 WITA, namun dibuka lagi pada pukul 07.00 WITA," kata Kepala Cabang PT Indonesian Feri ASDP Lembar, Kaimudin Maililing, di Lombok Barat, Rabu.
Ia mengatakan, pihaknya terpaksa memberlakukan sistem buka-tutup jalur pelayaran dari pelabuhan Lembar menuju pelabuhan Padang Bai, Bali, karena kondisi cuaca ekstrem yang bisa berbahaya bagi keselamatan pelayaran.
Menurut informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) tinggi gelombang di perairan Nusa Tenggara Barat (NTB) bisa mencapai 5-6 meter dibarengi dengan kecepatan angin yang cukup tinggi.
"Kami juga mengacu pada laporan nahkoda kapal tentang kondisi gelombang laut. Kalau dirasa mengkhawatirkan nahkoda bisa memutuskan untuk kembali ke pelabuhan Lembar. Lebih baik begitu untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," ujarnya.
Ia mengaku, pada awal penutupan jalur pelayaran sempat menyebabkan terjadi penumpukan kendaraan. Namun, sejak dibuka pada pagi hari, seluruh kendaraan yang menumpuk di pelabuhan sudah diberangkatkan.
Kaimudin mengatakan, para pengguna jasa transportasi laut diberikan informasi tentang penundaan penyeberangan jika kondisi gelombang laut tidak memungkinkan untuk keselamatan pelayaran.
"Kami belum bisa memastikan kapan sistem buka-tutup jalur pelayaran akan berakhir, mengingat kondisi cuaca ekstrem bisa terjadi sewaktu-waktu. Kebijakan tersebut juga sudah dikoordinasikan dengan pusat. Kami lebih mementingkan keselamatan penumpang," ujarnya.
Prakirawan Stasiun Meteorologi Selaparang Mataram, Oktaviana Indriani, menyebutkan kecepatan angin di wilayah NTB, khususnya di Pulau Lombok mencapai 50-60 kilometer per jam dan kenaikan tinggi gelombang di perairan NTB antara 4-5 meter. Kondisi tersebut harus diwaspadai oleh pelayaran.(*)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026