Dinkes Mataram menerima 1.000 dosis vaksin COVID-19

id vaksin,dinkes,mataram

Dinkes Mataram menerima 1.000 dosis vaksin COVID-19

Dokumen: kegiatan vaksinasi COVID-19 kepada jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Nusa Tenggara Barat, di pusatkan di Masjid Islamic Center, Kota Mataram. Selasa (30/3-2021) (Foto: ANTARA/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Mataram, menerima stok vaksin COVID-19 dari Dinas Kesehatan Provinsi Nusa Tenggara Barat, sebanyak 1.000 dosis atau 100 vial untuk 1.000 sasaran.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mataram dr H Usman Hadi di Mataram, Rabu, mengatakan, stok vaksin COVID-19 di gudang Dinkes Kota Mataram sebelumnya sudah kosong karena telah didistribusikan ke 11 puskesmas se-Kota Mataram.

"Alhamdulillah, hari ini kami kembali menerima 1.000 dosis atau 100 vial yang dapat digunakan terhadap 1.000 sasaran. Satu vial dibagi menjadi 10 dosis," katanya.

Menurutnya, stok vaksin 100 vial tersebut khusus untuk kegiatan pelayanan vaksinasi di massal melalui 11 puskesmas, termasuk untuk guru sekolah negeri dan madrasah di Mataram.

"Jadi stok yang kami terima saat ini, bukan untuk kebutuhan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mataram. Biasanya RSUD menerima langsung dari Dinkes Provinsi NTB," katanya.

Lebih jauh Usman mengatakan, berdasarkan data jumlah guru yang berada di bawah Dinas Pendidikan Kota Mataram yang akan divaksin sebanyak 4.200 dan dilaksanakan melalui gugus masing-masing sekolah.

Sementara untuk kebutuhan vaksinasi guru di madrasah yang berada di bawah Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Mataram sekitar 500 orang yang dilayani melalui kecamatan wilayah sekolah masing-masing.

"Mungkin guru yang diajukan tahap pertama oleh kemenag ini guru madrasah negeri, sehingga jumlahnya sedikit," katanya.

Sementara menyinggung tentang cakupan vaksinasi lansia di Kota Mataram saat ini sudah mulai meningkat dengan realisasi untuk vaksin tahap pertama sebanyak 8.909 atau 66,65 persen dari target 13.366 lansia, sedangkan tahap kedua mencapai 2.949.

"Insya Allah, untuk lansia pelan-pelan pasti mencapai target. Sedangkan untuk cakupan pekerja pelayanan publik tahap pertama mencapai 33.291 orang, tahap kedua 9.936 orang," katanya.

 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar