Satpol PP menemukan pelanggar tidak pakai masker di Mataram cukup banyak

id razia,masker,mataram,covid-19

Satpol PP menemukan pelanggar tidak pakai masker di Mataram cukup banyak

Seorang pelanggar Perda Nomor 7 tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular, mengambil sanksi kerja sosial dengan menyapu jalan karena terbukti tidak menggunakan masker di tempat umum, Kota Mataram, Rabu (7/4/2021). (FOTO ANTARA/Nirkomala)

Mataram (ANTARA) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat menyebutkan, hingga saat ini masih banyak ditemukan masyarakat yang tidak menggunakan masker saat keluar rumah.

"Dalam setiap kegiatan razia masker, jumlah masyarakat yang terjaring bisa mencapai 40 orang dalam sehari. Rata-rata para pelanggar yang terjaring razia beralasan lupa membawa masker saat keluar," kata Kepala Bidang Keamanan dan Ketertiban Umum Satpol PP Kota Mataram M Israk Tantawi Jauhari di Mataram, Rabu.

Masyarakat yang terjaring razia itu, kata dia, tidak saja warga Kota Mataram melainkan warga luar kota, dan sebagian besar terjaring ketika Satpol PP menggelar razia di kawasan pinggiran kota.

"Untuk di tengah kota, kondisinya rata-rata sudah taat protokol kesehatan (prokes) terutama untuk menggunakan masker," ujarnya.

Ia menjelaskan razia penegakan Perda Nomor 7 tahun 2020 tentang Penanggulangan Penyakit Menular, terutama terkait dengan penggunaan masker di tempat umum kembali digencarkan sejak awal Maret 2021.

"Sejak awal Maret, razia tidak menggunakan masker kita lakukan secara rutin dua kali dalam seminggu secara bergantian dengan Satgas Provinsi NTB. Kalau provinsi melakukan razia pagi, kita turun sore," katanya.

Sementara menyinggung tentang sanksi, Israk mengatakan, sanksi yang diberikan kepada pelanggar yaitu berupa sanksi kerja sosial dan juga denda berupa uang tunai sebesar Rp100 ribu per orang untuk masyarakat umum. Sedangkan yang bestatus aparatur sipil negara (ASN) sebesar Rp200 ribu.

Selama razia yang yang dilakukan sejak tahun 2020 lalu, pelanggar perda lebih banyak memilih sanksi kerja sosial. "Misalnyya, dari puluhan pelanggar yang terjaring hanya sekitar lima orang yang memilih sanksi denda," katanya.

Terkait dengan pembayaran denda, Israk menyebutkan, selama rentan waktu 14 September 2020 sampai 6 Februari 2021, Satpol PP berhasil menghimpun denda dari penerapan sanksi masyarakat yang tidak memakai masker sebesar Rp24,785 juta dan sudah disetorkan ke kas daerah.

Dikatakan, berdasarkan data kegiatan razia yang dilakukan oleh tim Satpol PP Kota Mataram, tercatat total pelanggar sampai 6 Februari 2021 sebanyak 725 orang teridikasi melakukan pelanggaran.

Jumlah pelanggar itu terdiri atas ASN 19 orang, non ASN 699 orang dan 7 orang pelaku usaha. Sedangkan yang mengambil denda administratif sebanyak 233 orang dan 491 orang sanksi kerja sosial.

"Khusus untuk pelaku usaha dikenakan bayar sanksi denda masing-masing Rp500 ribu dan menandatangani surat pernyataan," demikian M Israk Tantawi Jauhari .

 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar