Menteri PPPA mendorong pemberdayaan perempuan di NTB

id Bintang Puspayoga,lombok utara,pemberdayaan perempuan

Menteri PPPA mendorong pemberdayaan perempuan di NTB

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga (tengah) saat meresmikan Radio Sekolah Perempuan "Nina Bayan" di Desa Sukadana, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat. (ANTARA/ HO-Kemen PPPA)

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Bintang Puspayoga mengapresiasi dan ikut mendorong pemberdayaan perempuan di Kabupaten Lombok Utara, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Banyak potensi luar biasa yang dimiliki perempuan di Sekolah Perempuan Desa Sukadana," tutur Menteri Bintang melalui siaran pers yang diterima ANTARA di Jakarta, Jumat.

Sebanyak 33 desa di Kabupaten Lombok Utara sudah mereplikasi pembentukan Sekolah Perempuan.

"Semoga hal baik yang dirintis ini dapat dipertahankan dan terus berkembang. Saya yakin Sekolah Perempuan dapat menjadi wadah bagi perempuan di akar rumput dan dapat menjadi contoh baik yang didukung oleh Pemda. Perempuan dan anak adalah kekuatan yang luar biasa," ujarnya.

Menteri Bintang berdialog dengan para pegiat pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak Kabupaten Lombok Utara dalam kunjungan kerjanya ke Lombok Utara.

Dalam kesempatan itu, Menteri PPPA juga meresmikan Radio Sekolah Perempuan "Nina Bayan".

Desa Sukadana adalah salah satu desa di Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, NTB yang pada tahun 2018 terkena musibah bencana gempa.

Selama tiga tahun, warga Desa Sukadana, khususnya para perempuan penyintas bencana berusaha menata kembali kehidupan mereka dan menjadikan mereka perempuan yang tangguh dan berdaya di tengah bencana.

Institut Lingkaran Pendidikan Alternatif (KAPAL) Perempuan dan Lembaga Pengembangan Sumber Daya Mitra (LPSDM) menginisiasi Sekolah Perempuan yang tujuannya mendorong pemberdayaan perempuan di Desa Sukadana.

Menteri Bintang mengatakan salah satu wujud pemberdayaan perempuan dengan memberikan media bagi mereka untuk saling berbagi informasi, mengedukasi.

Radio Nina Bayan mulai mengudara pada Januari 2021. Selain berperan menyampaikan informasi upaya pencegahan COVID-19 dan kekerasan terhadap perempuan dan anak, Radio Nina Bayan juga turut mempromosikan hasil produksi UMKM perempuan binaan Sekolah Perempuan.

Radio ini dapat diakses pada frekuensi 107,7 MHz dan dapat dijangkau oleh masyarakat di Kecamatan Bayan dan sekitarnya. Selain dapat diakses melalui radio elektronik, siaran radio ini juga dapat diakses melalui Aplikasi Android dan Podcast.

Usai berdialog dengan pegiat pemberdayaan perempuan dan meresmikan Radio Nina Bayan, Menteri Bintang mengunjungi Desa Teniga, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara untuk meninjau hasil produksi UMKM perempuan binaan Institut Kapal Perempuan dan LPSDM serta Pos Pengaduan Perempuan yang dikelola oleh Sekolah Perempuan.*
 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar