Anaknya dihamili tetangga di Lombok Timur, orang tua lapor polisi

id Hamil,Pelecehan seksual

Anaknya dihamili tetangga di Lombok Timur, orang tua lapor polisi

Ilustrasi, stop pelecehan pada anak. (Antara)

Selong, Lombok Timur (ANTARA) - Seorang mahasiswi di Lombok Timur mengaku telah diperkosa tetangganya hingga hamil yang diketahui saat orang tuanya memeriksakan ke puskesmas.

Tak terima perbuatan pelaku, orang tua korban, melaporkan kasus tersebut ke SPKT Polres Lombok Timur untuk proses hukum.

Ka SPKT Polres Lotim melalui Kasubbag Humas Iptu L Jaharudin  yang dikonfirmasi, Senin, membenarkan adanya laporan dugaan perbuatan asusila terhadap anak di bawah umur.

Kasus dugaan asusila yang menimpa korban dalam laporan orang tuanya, pelakunya tetangga korban sendiri. 

"Kasusnya sudah di tangani dan kini dalam proses penyelidikan," ucapnya.

Baca juga: Remas payudara gadis 15 tahun, oknum Sekdes dilaporkan ke polisi

Menurut Jaharudin, kronologi  kasus dugaan perbuatan asusila yang di lakukan FS warga Kecamatan Montong Gading Lotim, terhadap sebut saja Mawar (18) yang merupakan tetangganya terjadi Maret 2020. 

Pelaku melakukan aksi bejatnya di rumah korban saat  rumah korban sepi.

Terungkapnya perbuatan pelaku ini saat orang tua korban membawa korban untuk memeriksakan kesehatannya ke klinik Permata Cinta Terara. 

Bak disambar petir  orang tua korban kaget saat mendapatkan penjelasan dari pihak klinik kalau korban hamil.

Untuk memgungkap pelaku yang menghamili, orang tuanya,  menanyakan kepada korban siapa yang menghamilinya, setelah dipaksa. 

Akhirnya  korban mengaku kalau dirinya telah di perkosa oleh FS sebanyak dua kali di rumahnya saat rumah sedang sepi.

Merasa keberatan dan tidak terima perbuatan pelaku, Senin (19/4) orang tua korban langsung  melaporkan kasus ini ke SPKT Polres Lombok Timur.

Dalam laporannya, orang tua korban, juga mengaku, kalau sejak Juli 2020 lalu, dia sempat curiga melihat perilaku korban yang mengalami keterbelakangan mental sering mual mual seperti orang hamil.

 
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar