OJK-Bank Indonesia Berkolaborasi Vaksinasi Ribuan Pelaku LJK di NTB

id OJK NTB,BI Provinsi NTB,Vaksinasi COVID-19

OJK-Bank Indonesia Berkolaborasi Vaksinasi Ribuan Pelaku LJK di NTB

Kegiatan vaksinasi sebanyak 2.200 pelaku industri jasa keuangan di NTB yang digelar di gedung al-Ikhsan Ampenan, Kota Mataram, Sabtu (24/7/2021). ANTARA/Awaludin

Mataram (ANTARA) - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia berkolaborasi melakukan vaksinasi COVID-19 terhadap 2.200 pelaku lembaga jasa keuangan (LJK) di Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan vaksinasi yang juga melibatkan Dinas Kesehatan NTB dipusatkan di gedung Al-Ikhsan Ampenan, Kota Mataram, selama dua hari, 24-25 Juli 2021.

Kegiatan vaksinasi pada hari pertama, Sabtu (24/7), ditinjau oleh Sekretaris Daerah NTB H Lalu Gita Ariadi, didampingi Kepala Dinas Kesehatan NTB H Lalu Hamzi Fikri, Kepala OJK NTB Rico Rinaldy, dan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB Heru Saptaji.

Kepala OJK NTB Rico Ronaldy menjelaskan vaksinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari vaksinasi massal kepada 10.000 orang pelaku dan konsumen sektor jasa keuangan pada 16-17 Juni di Jakarta, serta 10 daerah lainnya (Banjarmasin, Medan, Palembang, Bandung, Semarang, Surabaya, Bali, Makassar, Yogyakarta, dan Jambi) yang difasilitasi oleh OJK dan BI serta dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia.

"Pada kegiatan tersebut, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, memberikan arahan perlunya dilakukan akselerasi vaksinasi kepada dan melalui sektor jasa keuangan sebagai sektor strategis," katanya melalui keterangan tertulis.

Sebagai realisasi dari arahan tersebut, vaksinasi melalui sektor jasa keuangan dilakukan melalui dua skema, yaitu dilakukan oleh lembaga jasa keuangan untuk pegawai dan konsumennya serta skema kedua dialokasikan kepada OJK dan BI.

Pada tahapan ini menyediakan vaksin sejumlah 335.000 secara nasional dimana 4.400 dosis dialokasikan untuk NTB.

Vaksinasi selama dua hari 24-25 Juli 2021, diberikan sebanyak 2.200 pegawai, keluarga pegawai lembaga strategis, nasabah lembaga jasa keuangan dan masyarakat umum di Pulau Lombok, yang difasilitasi tenaga kesehatan dari Rumah Sakit Umum Daerah Provinsi NTB, Rumah Sakit Mata, dan Rumah Sakit Jiwa Mutiara Sukma.

Selanjutnya, akan segera dilakukan vaksinasi pula bagi pemangku kepentingan lembaga jasa keuangan di wilayah NTB lainnya.

Vaksinasi ini merupakan bukti OJK, BI, dan industri jasa keuangan di NTB berkomitmen mendukung pemerintah pusat untuk mempercepat target pembentukan kekebalan komunitas di seluruh lapisan masyarakat sesuai target yaitu pada November tahun ini.

Di NTB sendiri, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh Kementerian Kesehatan per 23 Juli 2021, dari target vaksinasi 3.910.638 jiwa, sebanyak 553.766 jiwa menerima vaksin dosis 1 dan 200.676 jiwa telah menerima vaksin dosis kedua.

Industri jasa keuangan dipilih sebagai salah satu sentra vaksinasi COVID-19 karena memiliki jaringan dan cakupan wilayah yang luas serta jumlah nasabah yang besar sehingga dapat mempercepat proses vaksinasi kepada masyarakat.

Kecepatan dan keberhasilan dari vaksinasi COVID-19 akan sangat menentukan upaya pemulihan ekonomi nasional khususnya di NTB, karena setelah terbentuk kekebalan komunitas maka perekonomian masyarakat akan kembali bergerak sejalan dengan terbukanya mobilitas masyarakat.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Provinsi NTB Heru Saptaji mengatakan percepatan vaksinasi di NTB, menjadi salah satu kunci untuk menyukseskan Pemulihan Ekonomi Nasional.

Dia menekankan, ditengah pandemi saat ini, seluruh pihak harus bergandengan tangan, berpartisipasi dalam memberikan kontribusi terbaik dalam mendukung "herd immunity" di NTB. Sebab, angka penularan COVID-19 di NTB masih tinggi.

"Jika di-tracking dalam empat orang ada satu orang yang tertular. Itulah mengapa pentingnya dipercepat 'herd immunity' masyarakat agar aktifitas ekonomi juga pulih kembali. Apalagi ekonomi menjadi bagian yang sangat penting daam situasi ini," kata  Heru.

Pewarta :
Editor: Awaludin
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar