Pencabulan anak umur 5 tahun di Loteng, pelaku dan korban adalah keluarga

id Cabul,Abak,Anak,Korban

Pencabulan anak umur 5 tahun di Loteng, pelaku dan korban adalah keluarga

Seorang oknum Guru SD berinisial ZK (58) warga Kabupaten Sumbawa diamankan Satuan Reskrim Polres Sumbawa,  Sabtu (25/9) karena diduga mencabuli muridnya yang masih di bawah umur. 

Praya, Lombok Tengah (ANTARA) - Kasus tindakan asusila atau pencabulan yang menimpa anak dibawah umur biasa merupakan orang terdekat atau Keluarga. Seperti halnya kasus pencabulan anak umur 5 tahun di Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), pelaku dan korban memiliki hubungan keluarga. 

"Pelaku dan korban memiliki hubungan keluarga," ujar Kasatreskrim Polres Loteng, Iptu Redho Rizki Pratama, Kamis (7/10).

Sebelumnya, Tim Satreskrim Polres Loteng telah mengamankan dan menetapkan ZA (17) Warga Kecamatan Batukliang menjadi tersangka dalam kasus dugaan pencabulan terhadap anak dibawah umur.

"Pelaku ditangkap atas laporan dari orang tua korban," katanya

Pencabulan yang menimpa korban terjadi pada hari selasa, tanggal 28 september 2021 Wita di sebuah Kebun Kecamatan Batukliang. Kasus ini terungkap saat korban sedang di mandikan ibunya, korban saat itu juga mengeluh sakit pada kemaluannya.

"Ketika akan dimandikan dibagian badannya, kemudian ibunya bertanya kenapa alat kelaminnya sakit," katanya. 

Selanjutnya, korban menjawab alat kelaminnya luka terkena kayu, namun saat itu para saksi yang ikut Mandi dipemandian umum menceritakan kepada ibunya bahwa alat kelamin anaknya sakit dikarenakan telah dicabuli oleh Inisial ZA di kebun dekat rumah Korban.

"Ibu korban keberatan dan melaporkan kejadian tersebut kepihak Kepolisian," katanya. 

Selanjutnya anggota melakukan penyelidikan dan mengamankan pelaku di rumahnya dan pelaku mengakui telah menyetubuhi korban dikebun yang terletak tidak jauh dari rumah korban. Selanjutnya terhadap pelaku diamankan ke Polres Lombok Tengah untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Atas perbuatannya pelaku di jerat dengan Pencabulan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam pasal 76E Jo pasal 82 ayat 1 UU RI no 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No 23 Tahun 2002 Tentang perlindungan anak dengan ancaman pidana paling lama 15 Tahun Penjara," katanya.
Pewarta :
Editor: Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2021